Pria India Ini Bunuh dan Mutilasi Istrinya yang Sedang Hamil 5 Bulan
Senin, 25 Agustus 2025 - 11:31 WIB
loading...
Mahender Reddy (kiri), pria India yang membunuh dan memutilasi istrinya yang sedang hamil lima bulan. Foto/Siasat Daily
A
A
A
NEW DELHI - Seorang pria India telah membunuh istrinya yang sedang hamil lima bulan. Tak hanya itu, pelaku juga memutilasi tubuh korban dan kemudian membuang potongan-potongan tubuhtersebut ke Sungai Musi.
Kesadisan pelaku, yang diidentifikasi sebagai Mahender Reddy (27), telah memicu kemarahan publik. Menurut polisi, korban yang sedang hamil diidentifikasi sebagai Swathi alias Jyothi (21).
Mahender telah membuang kepala, lengan, dan kaki korban ke Sungai Musi. Dia berniat untuk membuang sisa-sisa potongan tubuh korban lainnya.
Baca Juga: Anak Durhaka di India Memerkosa Ibunya 2 Kali, Klaim sebagai Hukuman
Menurut polisi, sebagian tubuh korban masih berada di rumahnya di Balaji Hills, pinggiran kota Medipalli, Hyderabad.
Pasangan tersebut berasal dari Kamareddyguda, distrik Vikarabad. Mereka menikah setelah jatuh cinta dan pindah ke Balaji Hills.
Polisi mengatakan bahwa pada hari Sabtu sekitar pukul 16.30, Mahender, yang bekerja sebagai pengemudi di sebuah perusahaan taksi daring, telah membunuh Swathi. Polisi membenarkan bahwa pelaku juga memutilasi tubuh korban dan membuang beberapa bagian.
Mahender awalnya menelepon saudara perempuannya dan mengatakan bahwa istrinya telah hilang. Saudara perempuannya curiga dan memberi tahu seorang kerabat, yang kemudian membawa Mahender ke kantor polisi.
Menurut pejabat polisi setempat, P V Padmaja,Mahender saat tiba di kantor polisimencoba mengeklaim bahwa istrinya hilang. Tapi setelah diperiksa, dia akhirnya mengaku telah membunuh istrinya,
Mahender kini telah ditangkap dan ditahan. Polisi mengatakan pelaku telah membuang kepala, tangan, dan kaki korban ke Sungai Musi, tetapi penyelam belum dapat menemukan bagian-bagian tubuh tersebut.
"Kami telah mengumpulkan bukti forensik. Hanya tubuh perempuan itu yang ditemukan. Kami akan melakukan tes DNA untuk mengidentifikasi korban," kata Padmaja, seperti dikutip NDTV, Senin (25/8/2025).
"Kami telah mendaftarkan kasus ini di bawah naungan BNS [Bharatiya Nyaya Sanhita—hukum pidana baru India]. Investigasi dan persidangan jalur cepat akan segera dilakukan," imbuh dia.
Ayah korban mengatakan bahwa dia dan menantunya memiliki beberapa perbedaan pendapat, setelah itu mereka berhenti berkomunikasi.
"Putri saya akan mengatakan mereka baik-baik saja, tetapi dia terus menyiksanya. Dia harus menderita seperti yang dia lakukan pada putri saya," katanya.
Kesadisan pelaku, yang diidentifikasi sebagai Mahender Reddy (27), telah memicu kemarahan publik. Menurut polisi, korban yang sedang hamil diidentifikasi sebagai Swathi alias Jyothi (21).
Mahender telah membuang kepala, lengan, dan kaki korban ke Sungai Musi. Dia berniat untuk membuang sisa-sisa potongan tubuh korban lainnya.
Baca Juga: Anak Durhaka di India Memerkosa Ibunya 2 Kali, Klaim sebagai Hukuman
Menurut polisi, sebagian tubuh korban masih berada di rumahnya di Balaji Hills, pinggiran kota Medipalli, Hyderabad.
Pasangan tersebut berasal dari Kamareddyguda, distrik Vikarabad. Mereka menikah setelah jatuh cinta dan pindah ke Balaji Hills.
Polisi mengatakan bahwa pada hari Sabtu sekitar pukul 16.30, Mahender, yang bekerja sebagai pengemudi di sebuah perusahaan taksi daring, telah membunuh Swathi. Polisi membenarkan bahwa pelaku juga memutilasi tubuh korban dan membuang beberapa bagian.
Mahender awalnya menelepon saudara perempuannya dan mengatakan bahwa istrinya telah hilang. Saudara perempuannya curiga dan memberi tahu seorang kerabat, yang kemudian membawa Mahender ke kantor polisi.
Menurut pejabat polisi setempat, P V Padmaja,Mahender saat tiba di kantor polisimencoba mengeklaim bahwa istrinya hilang. Tapi setelah diperiksa, dia akhirnya mengaku telah membunuh istrinya,
Mahender kini telah ditangkap dan ditahan. Polisi mengatakan pelaku telah membuang kepala, tangan, dan kaki korban ke Sungai Musi, tetapi penyelam belum dapat menemukan bagian-bagian tubuh tersebut.
"Kami telah mengumpulkan bukti forensik. Hanya tubuh perempuan itu yang ditemukan. Kami akan melakukan tes DNA untuk mengidentifikasi korban," kata Padmaja, seperti dikutip NDTV, Senin (25/8/2025).
"Kami telah mendaftarkan kasus ini di bawah naungan BNS [Bharatiya Nyaya Sanhita—hukum pidana baru India]. Investigasi dan persidangan jalur cepat akan segera dilakukan," imbuh dia.
Ayah korban mengatakan bahwa dia dan menantunya memiliki beberapa perbedaan pendapat, setelah itu mereka berhenti berkomunikasi.
"Putri saya akan mengatakan mereka baik-baik saja, tetapi dia terus menyiksanya. Dia harus menderita seperti yang dia lakukan pada putri saya," katanya.
(mas)
Lihat Juga :