Korut Tembakkan Rudal, AS Kerahkan 10 Jet Tempur Siluman F-35 ke Korsel
Senin, 25 Agustus 2025 - 10:28 WIB
loading...
Amerika Serikat mengerahkan jet tempur siluman F-35 ke Korea Selatan sehari setelah Korea Utara menguji tembak dua jenis rudal baru. Foto/Yonhap
A
A
A
SEOUL - Korea Utara (Korut) telah menguji tembak dua jenis rudal baru selama akhir pekan ketika ketegangan di Semenanjung Korea memanas. Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mengerahkan 10 unit jet tempur siluman F-35 ke Korea Selatan (Korsel).
Pemimpin Korut Kim Jong-un memantau langsung uji tembak dua jenis rudal baru pada Sabtu lalu. Menurut media pemerintah, misil-misil itu dibuat dengan teknologi unik dan spesial.
"Para pakar rudal Korea Utara menguji coba dua jenis rudal pertahanan udara yang ditingkatkan ke beberapa target untuk menguji kemampuan tempur mereka," tulis kantor berita pemerintah Korut, KCNA.
Baca Juga: Kim Jong-un Pantau Langsung Korut Uji Tembak Rudal Baru yang Unik dan Spesial
"Rudal-rudal tersebut sangat cocok untuk menghancurkan berbagai target udara," lanjut laporan KCNA.
"Senjata-senjata tersebut—yang dibuat dengan teknologi unik dan spesial Pyongyang—dapat dengan cepat merespons serangan drone dan rudal jelajah yang datang."
Di sisi lain, Pasukan AS di Korea (USFK) pada hari Senin (25/8/2025), mengonfirmasi pengerahan 10 unit jet tempur F-35 ke Korea Selatan. Pesawat-pesawat itu akan ikut andil dalam latihan perang gabungan Ulchi Freedom Shield (UFS) selama 11 hari yang akan berakhir pada Kamis mendatang.
Menurut pejabat USFK, yang dikutip Yonhap, baik F-35A maupun F-35B—masing-masing ditugaskan untuk Angkatan Udara AS dan Korps Marinir AS—telah dikerahkan ke Pangkalan Udara Kunsan dalam rangka penempatan sementara.
Selama penempatan mereka, jet tempur AS akan berlatih dengan jet tempur Korea Selatan dengan fokus pada manuver kontra-udara defensif dan penguatan integritas untuk meningkatkan kesiapan gabungan mereka dan mencegah potensi ancaman di kawasan sekitar.
Penempatan sementara F-35 Amerika dipandang sebagai upaya untuk memperkuat postur pertahanan gabungan sekutu, dengan Komandan USFK Jenderal Xavier Brunson baru-baru ini berkomentar tentang bagaimana penempatan rotasi jet tempur generasi kelima dapat membantu mengatasi kesenjangan yang ditimbulkan oleh relokasi baterai sistem pertahanan rudal Patriot AS ke Timur Tengah.
Berbicara kepada wartawan pada 8 Agustus, Brunson menekankan pentingnya memprioritaskan "kemampuan" daripada "jumlah", seraya menggarisbawahi perlunya perubahan postur pasukan USFK.
Mengenai kemungkinan penempatan permanen atau rotasi reguler varian F-35 di Korea, pejabat USFK tersebut mengatakan bahwa pasukannya terus mengevaluasi pendekatan yang berfokus pada kemampuan, dan menambahkan bahwa setiap perubahan postur pasukan akan diumumkan melalui saluran yang sesuai.
Korut meyakini latihan perang gabungan AS-Korsel yang rutin setiap tahun merupakan latihan untuk menginvasi Pyongyang.
Pemimpin Korut Kim Jong-un memantau langsung uji tembak dua jenis rudal baru pada Sabtu lalu. Menurut media pemerintah, misil-misil itu dibuat dengan teknologi unik dan spesial.
"Para pakar rudal Korea Utara menguji coba dua jenis rudal pertahanan udara yang ditingkatkan ke beberapa target untuk menguji kemampuan tempur mereka," tulis kantor berita pemerintah Korut, KCNA.
Baca Juga: Kim Jong-un Pantau Langsung Korut Uji Tembak Rudal Baru yang Unik dan Spesial
"Rudal-rudal tersebut sangat cocok untuk menghancurkan berbagai target udara," lanjut laporan KCNA.
"Senjata-senjata tersebut—yang dibuat dengan teknologi unik dan spesial Pyongyang—dapat dengan cepat merespons serangan drone dan rudal jelajah yang datang."
Di sisi lain, Pasukan AS di Korea (USFK) pada hari Senin (25/8/2025), mengonfirmasi pengerahan 10 unit jet tempur F-35 ke Korea Selatan. Pesawat-pesawat itu akan ikut andil dalam latihan perang gabungan Ulchi Freedom Shield (UFS) selama 11 hari yang akan berakhir pada Kamis mendatang.
Menurut pejabat USFK, yang dikutip Yonhap, baik F-35A maupun F-35B—masing-masing ditugaskan untuk Angkatan Udara AS dan Korps Marinir AS—telah dikerahkan ke Pangkalan Udara Kunsan dalam rangka penempatan sementara.
Selama penempatan mereka, jet tempur AS akan berlatih dengan jet tempur Korea Selatan dengan fokus pada manuver kontra-udara defensif dan penguatan integritas untuk meningkatkan kesiapan gabungan mereka dan mencegah potensi ancaman di kawasan sekitar.
Penempatan sementara F-35 Amerika dipandang sebagai upaya untuk memperkuat postur pertahanan gabungan sekutu, dengan Komandan USFK Jenderal Xavier Brunson baru-baru ini berkomentar tentang bagaimana penempatan rotasi jet tempur generasi kelima dapat membantu mengatasi kesenjangan yang ditimbulkan oleh relokasi baterai sistem pertahanan rudal Patriot AS ke Timur Tengah.
Berbicara kepada wartawan pada 8 Agustus, Brunson menekankan pentingnya memprioritaskan "kemampuan" daripada "jumlah", seraya menggarisbawahi perlunya perubahan postur pasukan USFK.
Mengenai kemungkinan penempatan permanen atau rotasi reguler varian F-35 di Korea, pejabat USFK tersebut mengatakan bahwa pasukannya terus mengevaluasi pendekatan yang berfokus pada kemampuan, dan menambahkan bahwa setiap perubahan postur pasukan akan diumumkan melalui saluran yang sesuai.
Korut meyakini latihan perang gabungan AS-Korsel yang rutin setiap tahun merupakan latihan untuk menginvasi Pyongyang.
(mas)
Lihat Juga :