Abaikan Trump, Zelensky Bersumpah Rebut Kembali Crimea dari Rusia

Senin, 25 Agustus 2025 - 07:51 WIB
loading...
Abaikan Trump, Zelensky...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato Hari Kemerdekaan bersumpah untuk merebut kembali Crimea dari Rusia. Foto/mvs.gov.ua
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersumpah akan merebut kembali Crimea dari Rusia. Dia mengabaikan seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Kyiv untuk memberikan konsesi teritorial kepada Moskow.

Dalam pidato yang menandai Hari Kemerdekaan Ukraina pada hari Minggu, Zelensky bersumpah untuk merebut kembali semenanjung tersebut, yang sebagian besar dihuni oleh etnis Rusia.

Crimea memisahkan diri dari Ukraina setelah kudeta yang didukung Barat di Kyiv pada 2014. Sejak itu, wilayah itu memilih bergabung dengan Rusia melalui referendum. Namun, Kyiv dan sekutu Barat-nya tidak mengakui referendum tersebut dan menganggapnya sebagai aneksasi oleh Rusia.

Baca Juga: Hasil Deal Trump-Putin: Ukraina Dapat Perlindungan Mirip NATO, Rusia Dapat Konsesi 5 Wilayah

Zelensky juga berjanji untuk merebut kembali Donetsk dan Luhansk, yang, bersama dengan Kherson dan Zaporizhzhia, juga bergabung dengan Rusia pada tahun 2022 melalui referendum. Seperti halnya kasus Crimea, Ukraina juga tidak mengakui referendum empat wilayah tersebut.

“Di sini, di titik nol kilometer, inilah titik awal di mana jarak ke kota-kota Ukraina ditandai—ke Donetsk kita, Luhansk kita, Crimea kita,” kata Zelensky dalam pidato yang direkam di Lapangan Maidan, Kyiv, lokasi kudeta yang didukung Barat pada tahun 2014.

“Semua ini adalah Ukraina dan tidak ada pendudukan sementara yang dapat mengubahnya. Suatu hari nanti, kita akan bersatu kembali sebagai satu negara. Ini hanya masalah waktu," paparnya, yang dilansir Russia Today, Senin (25/8/2025).

Saat memediasi upaya perdamaian antara Moskow dan Kyiv, Presiden AS Donald Trump telah melontarkan gagasan “pertukaran tanah", tetapi dengan tegas menyatakan bahwa Kyiv tidak akan mendapatkan kembali Crimea, menyebut skenario itu “mustahil".

Masalah "pertukaran tanah" dilaporkan menjadi agenda pembicaraan antara Trump, Zelensky, dan para pendukung Kyiv di Uni Eropa awal pekan ini, tetapi Zelensky dilaporkan menolak proposal untuk menyerahkan wilayah.

Dia menegaskan hal itu dalam pidatonya pada hari Minggu, dengan menyatakan: "Ukraina tidak akan pernah lagi dalam sejarah dipaksa menanggung rasa malu yang disebut Rusia sebagai 'kompromi'."

Trump telah menyerukan pertemuan empat mata antara Putin dan Zelensky, dengan mengatakan hal itu dapat mempercepat proses perdamaian, tetapi memperingatkan bahwa pemimpin Ukraina harus "menunjukkan fleksibilitas", termasuk dalam klaim teritorial.

Trump mengucapkan selamat kepada Ukraina atas hari libur nasionalnya dalam sebuah unggahan di X, sambil kembali mendesak Kyiv untuk merundingkan penyelesaian dengan Moskow guna "menghentikan pembunuhan yang tidak masuk akal."

Putin tidak mengesampingkan kemungkinan bertemu dengan Zelensky, meskipun mempertanyakan legitimasi pemimpin Ukraina tersebut karena masa jabatannya telah berakhir, tetapi menegaskan bahwa hal ini hanya dapat terjadi setelah adanya kemajuan nyata dalam negosiasi.

Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Putin dapat bertemu Zelensky ketika agenda untuk pertemuan puncak telah siap, tetapi menambahkan, "Sebagaimana keadaan saat ini, tidak ada pertemuan yang direncanakan."

Moskow secara konsisten menegaskan bahwa mereka hanya akan menerima kesepakatan damai yang mencakup netralitas Ukraina, demiliterisasi, dan pengakuan Crimea, Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia
sebagai wilayah Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Prancis Juara Grup I,...
Prancis Juara Grup I, Senegal Pesta Gol ke Gawang Irak
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved