Trump Ingin 20 Ton Plutonium Perang Dingin Dijadikan Bahan Bakar Nuklir, Pakar Sebut Rencana Gila
Minggu, 24 Agustus 2025 - 13:08 WIB
loading...
A
A
A
Departemen Energi AS menyimpan surplus plutonium di fasilitas-fasilitas senjata yang dijaga ketat, termasuk Savannah River di Carolina Selatan, Pantex di Texas, dan Los Alamos di New Mexico. Plutonium memiliki waktu paruh 24.000 tahun dan harus ditangani dengan alat pelindung diri.
Hingga perintah Trump pada bulan Mei, program AS untuk membuang plutonium melibatkan pencampurannya dengan bahan inert dan menyimpannya di lokasi penyimpanan bawah tanah eksperimental yang disebut Pabrik Percontohan Isolasi Limbah (WIPP) di New Mexico.
Departemen Energi memperkirakan bahwa penguburan plutonium akan menelan biaya USD20 miliar.
"Mencoba mengubah material ini menjadi bahan bakar reaktor adalah kegilaan. Itu sama saja dengan mencoba mengulang program bahan bakar MOX yang membawa bencana dan berharap hasil yang berbeda," kata Edwin Lyman, fisikawan nuklir di Union of Concerned Scientists.
"Kelebihan plutonium adalah produk limbah berbahaya dan Departemen Energi harus tetap berpegang pada rencana yang lebih aman dan jauh lebih murah untuk mengencerkan dan membuangnya langsung di WIPP," imbuh dia.
Hingga perintah Trump pada bulan Mei, program AS untuk membuang plutonium melibatkan pencampurannya dengan bahan inert dan menyimpannya di lokasi penyimpanan bawah tanah eksperimental yang disebut Pabrik Percontohan Isolasi Limbah (WIPP) di New Mexico.
Departemen Energi memperkirakan bahwa penguburan plutonium akan menelan biaya USD20 miliar.
"Mencoba mengubah material ini menjadi bahan bakar reaktor adalah kegilaan. Itu sama saja dengan mencoba mengulang program bahan bakar MOX yang membawa bencana dan berharap hasil yang berbeda," kata Edwin Lyman, fisikawan nuklir di Union of Concerned Scientists.
"Kelebihan plutonium adalah produk limbah berbahaya dan Departemen Energi harus tetap berpegang pada rencana yang lebih aman dan jauh lebih murah untuk mengencerkan dan membuangnya langsung di WIPP," imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :