Tarif Trump Runtuhkan Industri Garmen China, Ekspor ke AS Anjlok Drastis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:52 WIB
loading...
A A A

Perjuangan Pelaku Usaha China


Alan Zhang, seorang migran desa, dulu bisa memperoleh RMB400 per hari di salah satu pabrik garmen Guangzhou. Kini dia kesulitan mendapat setengah dari jumlah itu.

“Kalau cuma beberapa ratus yuan, saya tidak akan ambil. Tiba-tiba sangat sulit mencari kerja. Harga pesanan jatuh dengan cepat,” katanya. Shein pun terpukul berat, dan karena tidak memiliki basis konsumen domestik, vendor-vendornya ikut terkena imbas.

“Pesanan dari Shein turun tahun ini, dan penjualan kami merosot drastis,” ujar seorang pekerja bengkel.

China memiliki mekanisme perlindungan buruh yang lemah, membuat pekerja mudah tereksploitasi.

“Pekerja industri garmen di China umumnya tidak punya hari libur. Mereka dibayar per potong, jadi mereka bekerja sebanyak mungkin selama masih ada pesanan,” kata Li Qiang, pendiri LSM China Labor Watch.

Industri manufaktur tekstil tak lagi menjadi mesin penggerak ekonomi China. Pemerintah Beijing pun seakan mengabaikan sektor ini meski sedang berjuang bertahan di tengah perang dagang.

“Pemerintah China sudah tidak mendukung industri ringan atau usaha kecil semacam ini. Sangat sulit untuk tetap bertahan,” ujar Li Jun, seorang pemilik pabrik denim.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved