Tarif Trump Runtuhkan Industri Garmen China, Ekspor ke AS Anjlok Drastis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:52 WIB
loading...
A A A

Impor Tekstil Terhenti


Sebuah klaster desa di Guangzhou dengan sekitar 5.000 bengkel dan pabrik garmen dikenal sebagai "desa Shein" karena menjadi bagian penting rantai pasok perusahaan tersebut.

Tarif era Trump menghapuskan pembebasan pajak untuk pengiriman internasional bernilai di bawah USD800, membuat banyak produsen tekstil China kehilangan pasar seiring anjloknya permintaan Amerika.

Zhang, eksportir pakaian yoga dari Dongguan, mengatakan bisnisnya terpukul berat karena pesanan ditunda klien di AS. “Segera setelah Trump mengumumkan tarif berat, banyak perusahaan AS menghentikan impor tekstil dari China,” tutur Ryan Zhao, direktur Jiangsu Green Willow Textile.

Baca Juga: China Batasi Pergerakan Warga Tibet di Ulang Tahun ke-90 Dalai Lama

“Sekarang kami mengembangkan pelanggan di Asia Tenggara, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada pasar AS,” ujar Zhao.

Dengan kecilnya kemungkinan situasi kembali normal, sejumlah perusahaan tekstil besar China mempertimbangkan relokasi. “Kalau tarif AS terlalu tinggi, kami tidak bisa melanjutkan. Saya pasti akan beralih ke pasar lain,” sebut Yao, seorang manajer pabrik garmen.

Dari status sebagai pemasok pakaian terbesar beberapa tahun lalu, ekspor China kini anjlok ke titik terendah, hanya 9,9 persen pada Mei tahun ini. Pangsa impor pakaian dari daratan China ke AS juga turun menjadi 21,0 persen dalam 12 bulan terakhir, dari 33,8 persen pada 2017.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
23 Juta Orang Teken...
23 Juta Orang Teken Petisi Boikot Argentina di Piala Dunia, Presiden Milei Meradang
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Ekraf Lokal Siap Naik Kelas
Berita Terkini
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved