Ribuan Warga Palestina Tinggalkan Kota Gaza Jelang Serangan Darat Israel
Selasa, 19 Agustus 2025 - 20:38 WIB
loading...
Militer Israel terus membantai warga Palestina di Gaza. Foto/QNN
A
A
A
JALUR GAZA - Kantor berita Reuters melaporkan ribuan warga Palestina mengungsi dari rumah mereka di bagian timur Kota Gaza, yang telah dibombardir tanpa henti selama lebih dari seminggu. Keluarga-keluarga itu mengungsi ke arah barat dan selatan, khawatir akan serangan darat Israel yang akan datang.
Rencana militer Israel untuk menguasai Kota Gaza telah memicu kekhawatiran yang semakin besar di tingkat internasional dan bahkan di dalam Israel. Puluhan ribu orang Israel bergabung dalam protes massal dua hari lalu—yang terbesar sejak perang dimulai—menuntut pertukaran tahanan dan diakhirinya pertempuran di Gaza.
Serangan Israel dengan kendaraan lapis baja ke Kota Gaza dapat menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi, banyak di antaranya telah mengungsi berkali-kali selama perang ini.
Operasi ini merupakan bagian dari rencana yang lebih luas, yang disetujui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu—yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional—untuk menduduki seluruh Jalur Gaza.
Langkah ini telah memperdalam perpecahan antara kepemimpinan politik dan militer Israel dan memicu oposisi yang meluas
di dalam negeri.
Sementara itu, beberapa warga Palestina tewas dan terluka dalam serangan udara dan penembakan Israel di Jalur Gaza Selasa dini hari, sementara ribuan penduduk mengungsi dari Kota Gaza dalam beberapa jam terakhir di tengah kekhawatiran akan serangan skala besar yang akan segera terjadi.
Sumber medis di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa mengonfirmasi lima warga Palestina tewas saat fajar akibat tembakan pendudukan Israel di tenggara Deir Al-Balah, di Gaza tengah.
Media lokal melaporkan korban luka tambahan akibat pemboman artileri di sekitar Lapangan Abu Sharia di lingkungan Al-Sabra, selatan Kota Gaza.
Di Gaza utara, pasukan Israel menembaki Jabaliya Al-Balad, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Sementara itu, pesawat tempur Israel melancarkan tiga serangan di lingkungan Al-Amal, barat laut Khan Yunis di selatan Jalur Gaza.
Rumah Sakit Lapangan Kuwait di Gaza mengatakan seorang anak tewas dan beberapa lainnya luka-luka ketika bom Israel menghantam tenda pengungsi di daerah Mawasi, Khan Yunis.
Sumber-sumber rumah sakit juga melaporkan 30 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel di Gaza kemarin, termasuk 16 orang yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan kematian tambahan akibat kelaparan, dengan menyatakan lima warga Palestina—termasuk dua anak-anak—meninggal dalam 24 jam terakhir.
Kementerian tersebut menambahkan total korban tewas akibat kelaparan dan malnutrisi kini telah mencapai 263 orang, termasuk 112 anak-anak.
Baca juga: Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata, Buka Jalan Kesepakatan Lebih Luas
Rencana militer Israel untuk menguasai Kota Gaza telah memicu kekhawatiran yang semakin besar di tingkat internasional dan bahkan di dalam Israel. Puluhan ribu orang Israel bergabung dalam protes massal dua hari lalu—yang terbesar sejak perang dimulai—menuntut pertukaran tahanan dan diakhirinya pertempuran di Gaza.
Serangan Israel dengan kendaraan lapis baja ke Kota Gaza dapat menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi, banyak di antaranya telah mengungsi berkali-kali selama perang ini.
Operasi ini merupakan bagian dari rencana yang lebih luas, yang disetujui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu—yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional—untuk menduduki seluruh Jalur Gaza.
Langkah ini telah memperdalam perpecahan antara kepemimpinan politik dan militer Israel dan memicu oposisi yang meluas
di dalam negeri.
Sementara itu, beberapa warga Palestina tewas dan terluka dalam serangan udara dan penembakan Israel di Jalur Gaza Selasa dini hari, sementara ribuan penduduk mengungsi dari Kota Gaza dalam beberapa jam terakhir di tengah kekhawatiran akan serangan skala besar yang akan segera terjadi.
Sumber medis di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa mengonfirmasi lima warga Palestina tewas saat fajar akibat tembakan pendudukan Israel di tenggara Deir Al-Balah, di Gaza tengah.
Media lokal melaporkan korban luka tambahan akibat pemboman artileri di sekitar Lapangan Abu Sharia di lingkungan Al-Sabra, selatan Kota Gaza.
Di Gaza utara, pasukan Israel menembaki Jabaliya Al-Balad, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Sementara itu, pesawat tempur Israel melancarkan tiga serangan di lingkungan Al-Amal, barat laut Khan Yunis di selatan Jalur Gaza.
Rumah Sakit Lapangan Kuwait di Gaza mengatakan seorang anak tewas dan beberapa lainnya luka-luka ketika bom Israel menghantam tenda pengungsi di daerah Mawasi, Khan Yunis.
Sumber-sumber rumah sakit juga melaporkan 30 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel di Gaza kemarin, termasuk 16 orang yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan kematian tambahan akibat kelaparan, dengan menyatakan lima warga Palestina—termasuk dua anak-anak—meninggal dalam 24 jam terakhir.
Kementerian tersebut menambahkan total korban tewas akibat kelaparan dan malnutrisi kini telah mencapai 263 orang, termasuk 112 anak-anak.
Baca juga: Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata, Buka Jalan Kesepakatan Lebih Luas
(sya)
Lihat Juga :