Wapres Iran Peringatkan Perang dengan Israel Bisa Berlanjut Kapan Saja, Menuju Perang Terakhir?
Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:19 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) Iran Mohammad Reza Aref. Foto/irna
A
A
A
TEHERAN - Wakil Presiden (Wapres) Iran Mohammad Reza Aref, pada Senin (18/8/2025), memperingatkan perang dengan Israel "bisa meletus kapan saja," mengingat gencatan senjata yang berlaku sejak akhir Juni "bukanlah perjanjian formal" melainkan "fase penghentian permusuhan". Peringatan itu muncul di tengah situasi Timur Tengah yang masih bergejolak.
"Kita harus siap setiap saat untuk konfrontasi; saat ini, kita bahkan belum berada dalam (perjanjian) gencatan senjata; kita berada dalam gencatan permusuhan," ungkap Aref dalam pertemuan dengan para akademisi di Teheran.
Pernyataan wakil presiden Iran tersebut muncul sehari setelah Yahya Rahim Safavi, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan mantan komandan Garda Revolusi, mengonfirmasi Iran sedang "mempersiapkan rencana untuk skenario terburuk".
"Kita tidak berada dalam gencatan senjata, kita berada dalam tahap perang. Tidak ada protokol, peraturan, atau perjanjian yang telah disepakati antara kita dan AS atau Israel," ujar Safavi.
"Saya pikir perang lain mungkin terjadi, dan setelah itu, mungkin tidak akan ada lagi perang," ungkap dia.
"Amerika dan Zionis mengatakan mereka menciptakan perdamaian melalui kekuatan; oleh karena itu, Iran juga harus menjadi kuat, karena dalam sistem alamiah, yang lemah diinjak-injak," ujarnya, menyerukan penguatan sistem rudal, pesawat nirawak, dan siber Iran.
Pada 13 Juni, Israel melancarkan perang melawan Iran yang menargetkan situs-situs nuklir, militer, dan sipil, yang mengakibatkan lebih dari seribu kematian, termasuk ilmuwan nuklir dan militer serta komandan militer.
Baca juga: Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata, Buka Jalan Kesepakatan Lebih Luas
"Kita harus siap setiap saat untuk konfrontasi; saat ini, kita bahkan belum berada dalam (perjanjian) gencatan senjata; kita berada dalam gencatan permusuhan," ungkap Aref dalam pertemuan dengan para akademisi di Teheran.
Pernyataan wakil presiden Iran tersebut muncul sehari setelah Yahya Rahim Safavi, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan mantan komandan Garda Revolusi, mengonfirmasi Iran sedang "mempersiapkan rencana untuk skenario terburuk".
"Kita tidak berada dalam gencatan senjata, kita berada dalam tahap perang. Tidak ada protokol, peraturan, atau perjanjian yang telah disepakati antara kita dan AS atau Israel," ujar Safavi.
"Saya pikir perang lain mungkin terjadi, dan setelah itu, mungkin tidak akan ada lagi perang," ungkap dia.
"Amerika dan Zionis mengatakan mereka menciptakan perdamaian melalui kekuatan; oleh karena itu, Iran juga harus menjadi kuat, karena dalam sistem alamiah, yang lemah diinjak-injak," ujarnya, menyerukan penguatan sistem rudal, pesawat nirawak, dan siber Iran.
Pada 13 Juni, Israel melancarkan perang melawan Iran yang menargetkan situs-situs nuklir, militer, dan sipil, yang mengakibatkan lebih dari seribu kematian, termasuk ilmuwan nuklir dan militer serta komandan militer.
Baca juga: Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata, Buka Jalan Kesepakatan Lebih Luas
(sya)
Lihat Juga :