Pasar Saham China Kian Tertekan akibat Cengkeraman Regulasi PKC

Selasa, 19 Agustus 2025 - 13:12 WIB
loading...
A A A
Meski sering dikemas sebagai pro-pertumbuhan dan reformis, kebijakan ekonomi PKC semakin ditandai oleh regulasi berlebihan, keterbatasan mekanisme arbitrase, dan tata kelola yang tidak transparan. Hal ini kini tampak nyata dalam perilaku pasar keuangan China.

Stabilitas Jangka Pendek


Berbeda dengan pasar yang lebih liberal di Barat, di mana investor institusi dan arbitrase membantu meredam inefisiensi, pasar China kurang memiliki kedalaman dan likuiditas untuk menyerap guncangan atau mengoreksi mispricing.

Keengganan PKC membuka ruang lebih besar bagi institusi, dengan alasan takut kehilangan kendali atau terpengaruh asing, membuat pasar rentan terhadap volatilitas dan manipulasi. Investor ritel, yang menjadi mayoritas, justru beroperasi dalam sistem yang secara struktural merugikan mereka. Ironisnya, kebijakan yang dibuat untuk melindungi mereka malah membuat mereka semakin terekspos risiko.

Lebih jauh, model tata kelola ekonomi PKC masih lebih mengutamakan stabilitas jangka pendek ketimbang ketahanan jangka panjang. Aturan T+1 adalah cerminan pendekatan ini: upaya menekan volatilitas dengan cara membatasi likuiditas, alih-alih mengatasi akar masalah ketidakstabilan pasar.

Pola serupa juga terlihat dalam kebijakan lain, seperti kontrol modal, pinjaman terarah oleh negara, hingga penerapan standar keterbukaan yang selektif. Intervensi seperti ini mungkin memberi isolasi sementara dari guncangan global, namun juga mengikis kepercayaan investor dan menghambat perkembangan ekosistem keuangan yang matang.

Dampaknya kini semakin nyata. Pasar China menjadi lebih emosional, dengan pergerakan harga mencerminkan ketakutan alih-alih fundamental. Investor ritel yang tidak bisa melakukan lindung nilai atau keluar dari posisi dengan cepat menjadi reaktif, bukan strategis. Ini melemahkan partisipasi jangka panjang dan mengurangi minat investasi asing, makin mengisolasi sistem keuangan China dari arus modal global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved