Heboh! Negara Tetangga Indonesia Melarang Masuk Politisi Ekstremis Israel, Ini Alasannya
Selasa, 19 Agustus 2025 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Burke telah melarang tokoh-tokoh penting lainnya memasuki Australia, termasuk rapper Ye, yang juga dikenal sebagai Kanye West, profesor hukum AS dan advokat Palestina Khaled Beydoun, serta mantan menteri Israel, Ayelet Shaked.
Kementerian Dalam Negeri Australia juga dilaporkan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa kehadiran Rothman di negara itu dapat mendorong kegiatan yang akan menghalangi pihak berwenang dalam menjaga ketertiban umum.
Setelah diberitahu tentang keputusan Australia, Rothman mengecamnya, menyebutnya "anti-Semitisme yang terang-terangan".
Dalam komentar yang disampaikan kepada situs berita berbahasa Ibrani; Yedinoth Ahronoth, dia mengatakan, "Pemerintah Australia telah memilih untuk menyerah pada terorisme".
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir juga mengecam keputusan tersebut, menyebutnya sebagai "noda sejarah dan aib bagi pemerintah Australia" sebelum mengkritik "teriakan sok suci aktivis sayap kiri Israel, kolaborator Hamas, dan mereka yang mencemarkan nama baik Israel di seluruh dunia".
Langkah untuk melarang Rothman terjadi di tengah perang brutal Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 61.800 warga Palestina dan menghancurkan Jalur Gaza. Perang tersebut telah ditetapkan sebagai genosida oleh kelompok hak asasi manusia terkemuka, Amnesty International.
Kementerian Dalam Negeri Australia juga dilaporkan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa kehadiran Rothman di negara itu dapat mendorong kegiatan yang akan menghalangi pihak berwenang dalam menjaga ketertiban umum.
Setelah diberitahu tentang keputusan Australia, Rothman mengecamnya, menyebutnya "anti-Semitisme yang terang-terangan".
Dalam komentar yang disampaikan kepada situs berita berbahasa Ibrani; Yedinoth Ahronoth, dia mengatakan, "Pemerintah Australia telah memilih untuk menyerah pada terorisme".
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir juga mengecam keputusan tersebut, menyebutnya sebagai "noda sejarah dan aib bagi pemerintah Australia" sebelum mengkritik "teriakan sok suci aktivis sayap kiri Israel, kolaborator Hamas, dan mereka yang mencemarkan nama baik Israel di seluruh dunia".
Langkah untuk melarang Rothman terjadi di tengah perang brutal Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 61.800 warga Palestina dan menghancurkan Jalur Gaza. Perang tersebut telah ditetapkan sebagai genosida oleh kelompok hak asasi manusia terkemuka, Amnesty International.
(mas)
Lihat Juga :