Zionis Siapkan Rencana Jahat untuk Kairo, Tentara Mesir Ancam Israel

Senin, 18 Agustus 2025 - 20:40 WIB
loading...
Zionis Siapkan Rencana...
Zionis siapkan rencana jahat untuk Kairo, Tentara Mesir ancam Israel. Foto/X
A A A
KAIRO - Tentara Mesir dilaporkan memperingatkan Israel agar tidak mencampuri "keamanan nasional" negara tersebut. Itu diungkapkan seorang pejabat senior militer kepada situs berita RT.

Seorang penasihat Sekolah Staf dan Komando Mesir, Mayor Jenderal Osama Kabir, mengatakan bahwa Angkatan Darat Mesir ingin mengirimkan "pesan yang kuat dan jelas" kepada semua pihak, terutama Israel, selama pelaksanaan fase utama Latihan Pos Komando Strategis Khusus Otoritas Intelijen Militer.

Menurut pejabat militer tersebut, pesan dari militer Mesir menunjukkan bahwa intelijen militer—pilar utama Angkatan Bersenjata Mesir—memantau semua rencana jahat terhadap negara dan menyusun rencana untuk menanganinya segera setelah muncul.

Mayor Jenderal Kabir mengatakan kepada RT bahwa proyek semacam ini dilaksanakan oleh semua lembaga dan cabang Angkatan Bersenjata Mesir, tetapi ini adalah pertama kalinya Angkatan Bersenjata Mesir mengumumkan Dinas Intelijen Militer sebagai pelaksana utama proyek strategis ini.

Baca Juga: Takut Pertengkaran dengan Trump Terulang, Presiden Zelensky Dikawal 7 Pemimpin Eropa

Hal ini dianggap sebagai pesan tersendiri bagi pihak Israel, mengingat pernyataan tidak bertanggung jawab yang dibuat oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kepala Dinas Intelijen Militer Mesir menekankan komitmen Komando Umum Angkatan Bersenjata untuk mendukung Dinas tersebut dengan semua kemampuan teknologi dan sumber daya yang dibutuhkan agar dapat melanjutkan operasi pengawasannya, mencapai kesiapan penuh "untuk segera menanggapi setiap serangan," dan kemampuan Angkatan Bersenjata Mesir untuk "menghadapi ancaman terhadap keamanan nasional Mesir" dengan efisiensi tinggi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengatakan bahwa daftar personel polisi Palestina yang menjalani pelatihan di Mesir dan Yordania untuk penempatan di Gaza telah difinalisasi.

Abdelatty mengatakan kepada penyiar lokal DMC TV bahwa sekitar 5.000 petugas polisi Palestina akan dilatih di Mesir untuk mengambil bagian dalam administrasi keamanan Gaza setelah perang Israel berakhir.

Ia menjelaskan bahwa Mesir dan Yordania bekerja sama untuk mempersiapkan personel keamanan Palestina guna mengelola wilayah tersebut dan menghindari kekosongan keamanan.

Diplomat tinggi tersebut mengatakan Kairo akan menjadi tuan rumah konferensi internasional untuk rekonstruksi Gaza, di mana visi Mesir untuk mengelola Jalur Gaza setelah perang akan diumumkan.

Abdelatty menambahkan bahwa kesepakatan telah dicapai mengenai 15 tokoh terkemuka dari Gaza untuk memimpin wilayah tersebut selama enam bulan, menekankan bahwa Otoritas Palestina adalah satu-satunya badan sah yang berhak memerintah Gaza.

Pada hari Senin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Gaza akan dipimpin oleh "pemerintahan sipil non-Israel" setelah pendudukan Kota Gaza.

Ia mengklaim bahwa pemerintahan yang direncanakan akan dipimpin oleh pihak ketiga, "bukan Hamas atau Otoritas Palestina," tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Israel menghadapi kecaman yang semakin besar atas perang genosidanya di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 61.700 korban sejak Oktober 2023.

November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah kantong tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved