Melania Trump Gugat Hunter Biden Rp16 Triliun karena Dikaitkan dengan Penjahat Seks Epstein
Kamis, 14 Agustus 2025 - 13:04 WIB
loading...
Ibu Negara AS Melania Trump mengguggat Hunter Biden sebesar lebih dari Rp16 triliun karena telah mengaitkannya dengan pelaku perdagangan seks Jeffrey Epstein. Foto/Gedung Putih
A
A
A
WASHINGTON - Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Melania Trump telah melayangkan gugatan sebesar USD1 miliar (lebih dari Rp16 triliun) kepada putra mantan presiden Joe Biden, Hunter Biden. Melania melakukannya karena dituduh memiliki hubungan dengan pelaku perdagangan seks Jeffrey Epstein.
Hunter Biden dalam sebuah wawancara bulan ini dengan jurnalis Inggris; Andrew Callaghan, menuduh Epstein-lah yang memperkenalkan Melania kepada Donald Trump, yang sekarang merupakan suami yang juga presiden AS.
Melania menyatakan komentar Hunter merupakan "pernyataan palsu, memfitnah, meremehkan, dan menghasut."
Baca Juga: Trump Minta Jaksa Agung AS Rilis Transkrip Sidang Tersangka Skandal Seks Epstein
Pemerintahan Trump telah diguncang oleh pengawasan baru terhadap Epstein, pebisnis Amerika yang dipermalukan, sejak Departemen Kehakiman (DOJ) mengumumkan bulan lalu bahwa mereka tidak akan merilis informasi tambahan apa pun terkait penyelidikan atas kematian Epstein di penjara pada tahun 2019, yang dinyatakan sebagai bunuh diri.
Pengumuman dari DOJ Trump ini bertentangan dengan janji dari Jaksa Agung AS Pam Bondi dan pejabat tinggi pemerintahan lainnya yang mengatakan mereka akan merilis apa yang disebut "berkas Epstein" secara keseluruhan setelah Trump menjabat.
DOJ membuat keputusan untuk tidak merilis dokumen Epstein setelah Bondi memberi tahu Trump bahwa namanya muncul dalam berkas tersebut, menurut laporan The Wall Street Journal.
Presiden Trump telah membantah laporan tersebut. Beberapa media AS lain sejak itu telah meliput hubungan Trump dengan Epstein.
Hunter Biden ikut campur awal bulan ini, dengan mengatakan tidak diragukan lagi bahwa Presiden Trump dan Epstein adalah teman dekat dan bahwa pelaku kejahatan seksual tersebut memperkenalkan Trump dengan Melania pada akhir 1990-an.
Melania menuntut Hunter Biden untuk mencabut komentar yang mengaitkannya dengan Epstein.
"Pernyataan tersebut salah, memfitnah, dan sangat cabul," tulis pengacara Melania Trump, Alejandro Brito, dalam sebuah surat pemberitahuan hukum yang ditujukan kepada Hunter Biden.
Pernyataan Hunter Biden telah disebarluaskan secara luas di media sosial dan dilaporkan oleh berbagai media di seluruh dunia. "Menyebabkan Ibu Negara menderita kerugian finansial dan reputasi yang luar biasa," lanjut surat tersebut.
Dalam wawancara tentang Epstein, Hunter Biden mengecam "para elite" dan orang lain di Partai Demokrat yang menurutnya telah merongrong ayahnya sebelum dia mundur dari pencalonan presiden AS tahun lalu.
"Epstein memperkenalkan Melania kepada Trump. Koneksinya, sungguh, sangat luas dan mendalam," kata Hunter Biden dalam wawancara itu.
Hunter Biden mengaitkan klaim tersebut dengan penulis Michael Wolff, yang dicemooh Trump pada bulan Juni sebagai "Reporter Kelas Tiga". Trump menuduh Wolff mengarang cerita untuk menjual buku.
Langkah Ibu Negara AS tersebut mencerminkan strategi favorit suaminya, yang secara agresif menggunakan litigasi untuk mengejar para kritikus. Tokoh publik seperti keluarga Trump menghadapi standar yang tinggi untuk berhasil dalam gugatan pencemaran nama baik.
Presiden dan Ibu Negara telah lama mengatakan bahwa mereka diperkenalkan oleh Paolo Zampolli, seorang agen model, di sebuah pesta New York Fashion Week pada tahun 1998.
Surat pengacara Melania Trump tertanggal 6 Agustus dan pertama kali dilaporkan pada hari Rabu oleh Fox News Digital.
Abbe Lowell, seorang pengacara yang telah mewakili Hunter Biden dalam kasus pidananya, tidak segera menanggapi permintaan komentar pada Rabu malam.
Hunter Biden dalam sebuah wawancara bulan ini dengan jurnalis Inggris; Andrew Callaghan, menuduh Epstein-lah yang memperkenalkan Melania kepada Donald Trump, yang sekarang merupakan suami yang juga presiden AS.
Melania menyatakan komentar Hunter merupakan "pernyataan palsu, memfitnah, meremehkan, dan menghasut."
Baca Juga: Trump Minta Jaksa Agung AS Rilis Transkrip Sidang Tersangka Skandal Seks Epstein
Pemerintahan Trump telah diguncang oleh pengawasan baru terhadap Epstein, pebisnis Amerika yang dipermalukan, sejak Departemen Kehakiman (DOJ) mengumumkan bulan lalu bahwa mereka tidak akan merilis informasi tambahan apa pun terkait penyelidikan atas kematian Epstein di penjara pada tahun 2019, yang dinyatakan sebagai bunuh diri.
Pengumuman dari DOJ Trump ini bertentangan dengan janji dari Jaksa Agung AS Pam Bondi dan pejabat tinggi pemerintahan lainnya yang mengatakan mereka akan merilis apa yang disebut "berkas Epstein" secara keseluruhan setelah Trump menjabat.
DOJ membuat keputusan untuk tidak merilis dokumen Epstein setelah Bondi memberi tahu Trump bahwa namanya muncul dalam berkas tersebut, menurut laporan The Wall Street Journal.
Presiden Trump telah membantah laporan tersebut. Beberapa media AS lain sejak itu telah meliput hubungan Trump dengan Epstein.
Hunter Biden ikut campur awal bulan ini, dengan mengatakan tidak diragukan lagi bahwa Presiden Trump dan Epstein adalah teman dekat dan bahwa pelaku kejahatan seksual tersebut memperkenalkan Trump dengan Melania pada akhir 1990-an.
Melania menuntut Hunter Biden untuk mencabut komentar yang mengaitkannya dengan Epstein.
"Pernyataan tersebut salah, memfitnah, dan sangat cabul," tulis pengacara Melania Trump, Alejandro Brito, dalam sebuah surat pemberitahuan hukum yang ditujukan kepada Hunter Biden.
Pernyataan Hunter Biden telah disebarluaskan secara luas di media sosial dan dilaporkan oleh berbagai media di seluruh dunia. "Menyebabkan Ibu Negara menderita kerugian finansial dan reputasi yang luar biasa," lanjut surat tersebut.
Dalam wawancara tentang Epstein, Hunter Biden mengecam "para elite" dan orang lain di Partai Demokrat yang menurutnya telah merongrong ayahnya sebelum dia mundur dari pencalonan presiden AS tahun lalu.
"Epstein memperkenalkan Melania kepada Trump. Koneksinya, sungguh, sangat luas dan mendalam," kata Hunter Biden dalam wawancara itu.
Hunter Biden mengaitkan klaim tersebut dengan penulis Michael Wolff, yang dicemooh Trump pada bulan Juni sebagai "Reporter Kelas Tiga". Trump menuduh Wolff mengarang cerita untuk menjual buku.
Langkah Ibu Negara AS tersebut mencerminkan strategi favorit suaminya, yang secara agresif menggunakan litigasi untuk mengejar para kritikus. Tokoh publik seperti keluarga Trump menghadapi standar yang tinggi untuk berhasil dalam gugatan pencemaran nama baik.
Presiden dan Ibu Negara telah lama mengatakan bahwa mereka diperkenalkan oleh Paolo Zampolli, seorang agen model, di sebuah pesta New York Fashion Week pada tahun 1998.
Surat pengacara Melania Trump tertanggal 6 Agustus dan pertama kali dilaporkan pada hari Rabu oleh Fox News Digital.
Abbe Lowell, seorang pengacara yang telah mewakili Hunter Biden dalam kasus pidananya, tidak segera menanggapi permintaan komentar pada Rabu malam.
(mas)
Lihat Juga :