Manila Prihatin 2 Kapal China Tabrakan saat Kejar Kapal Filipina
Selasa, 12 Agustus 2025 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Filipina mengatakan telah menawarkan bantuan medis dan dukungan lainnya kepada pihak China, termasuk tawaran untuk menarik kapal Penjaga Pantai China yang rusak keluar dari wilayah tersebut.
“Insiden kemarin menunjukkan pentingnya mematuhi aturan maritim internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Filipina. Kementerian tersebut menegaskan kembali komitmennya terhadap diplomasi dan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.
Konfrontasi hari Senin menandai insiden terbaru dari serangkaian insiden di tengah meningkatnya ketegangan antara Manila dan Beijing terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan.
Putusan pengadilan arbitrase internasional tahun 2016 membatalkan klaim Beijing yang luas di wilayah tersebut, dengan menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum internasional, sebuah keputusan yang ditolak China.
Laksamana Muda Roy Trinidad, juru bicara Angkatan Laut Filipina untuk Laut China Selatan, memperingatkan dalam jumpa pers pada hari Selasa bahwa insiden serupa dapat terjadi lagi selama China terus melakukan apa yang disebutnya sebagai kegiatan "ilegal, koersif, agresif, dan menipu" di jalur perairan strategis tersebut.
“Insiden kemarin menunjukkan pentingnya mematuhi aturan maritim internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Filipina. Kementerian tersebut menegaskan kembali komitmennya terhadap diplomasi dan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.
Konfrontasi hari Senin menandai insiden terbaru dari serangkaian insiden di tengah meningkatnya ketegangan antara Manila dan Beijing terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan.
Putusan pengadilan arbitrase internasional tahun 2016 membatalkan klaim Beijing yang luas di wilayah tersebut, dengan menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum internasional, sebuah keputusan yang ditolak China.
Laksamana Muda Roy Trinidad, juru bicara Angkatan Laut Filipina untuk Laut China Selatan, memperingatkan dalam jumpa pers pada hari Selasa bahwa insiden serupa dapat terjadi lagi selama China terus melakukan apa yang disebutnya sebagai kegiatan "ilegal, koersif, agresif, dan menipu" di jalur perairan strategis tersebut.
(mas)
Lihat Juga :