Tentara Israel Membantai 262 Buaya di Palestina, untuk Apa?
Selasa, 12 Agustus 2025 - 09:06 WIB
loading...
A
A
A
Seorang sumber keamanan mengatakan kepada Channel 12 bahwa hingga buaya Nil ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi, Bitan membantai buaya-buaya tersebut. Setelah undang-undang diubah, ratusan buaya tetap menjadi miliknya.
"Hingga 2013, Bitan membantai buaya-buaya itu demi uang. Begitu dia menyadari tidak bisa lagi menghasilkan uang dari mereka, dia berhenti mengurus peternakan," kata sumber tersebut.
Dalam sebuah laporan yang disiarkan di Kan 11, bangkai buaya dan selongsong peluru terlihat berserakan di sekitar peternakan.
Manajer peternakan, Bassem Salah, mengatakan kepada Kan 11 bahwa Administrasi Sipil dan Otoritas Taman dan Alam Israel masuk ke peternakan pada pagi hari dan mengambil ponselnya agar dia tidak dapat memberi tahu Bitan.
Let the Animals Live, sebuah organisasi perlindungan satwa Israel, mengecam keputusan militer untuk membunuh buaya-buaya tersebut.
"Ini adalah pembunuhan satwa yang brutal dan kejam yang melanggar semua standar moral," katanya.
"Ini adalah tindakan yang sangat melanggar kewajiban internasional Israel untuk melindungi satwa dan Undang-Undang Perlindungan Hewan. Investigasi harus segera dilakukan untuk memahami siapa yang memberi perintah dan siapa yang menyetujuinya," paparnya, yang dilansir Middle East Eye, Selasa (12/8/2025).
"Hingga 2013, Bitan membantai buaya-buaya itu demi uang. Begitu dia menyadari tidak bisa lagi menghasilkan uang dari mereka, dia berhenti mengurus peternakan," kata sumber tersebut.
Dalam sebuah laporan yang disiarkan di Kan 11, bangkai buaya dan selongsong peluru terlihat berserakan di sekitar peternakan.
Manajer peternakan, Bassem Salah, mengatakan kepada Kan 11 bahwa Administrasi Sipil dan Otoritas Taman dan Alam Israel masuk ke peternakan pada pagi hari dan mengambil ponselnya agar dia tidak dapat memberi tahu Bitan.
Let the Animals Live, sebuah organisasi perlindungan satwa Israel, mengecam keputusan militer untuk membunuh buaya-buaya tersebut.
"Ini adalah pembunuhan satwa yang brutal dan kejam yang melanggar semua standar moral," katanya.
"Ini adalah tindakan yang sangat melanggar kewajiban internasional Israel untuk melindungi satwa dan Undang-Undang Perlindungan Hewan. Investigasi harus segera dilakukan untuk memahami siapa yang memberi perintah dan siapa yang menyetujuinya," paparnya, yang dilansir Middle East Eye, Selasa (12/8/2025).
(mas)
Lihat Juga :