Siapa William Webster? Satu-satunya Pejabat AS yang Pernah Memimpin CIA dan FBI

Senin, 11 Agustus 2025 - 05:05 WIB
loading...
Siapa William Webster?...
William Webster merupakan satu-satunya pejabat AS yang pernah memimpin CIA dan FBI. Foto/X/@Pastor_Bob_Joyc
A A A
WASHINGTON - William H. Webster, satu-satunya pejabat AS yang pernah memimpin FBI dan CIA , meninggal dunia pada hari Jumat di usia 101 tahun. Dia dikenal sebagai orang yang unik karena pernah memimpin dua lembaga penegakan hukum federal dan badan intelijen paling bergengsi di AS.

Siapa William Webster? Satu-satunya Pejabat AS yang Pernah Memimpin CIA dan FBI

1. Mantan Hakim yang Jujur

Sebagai mantan hakim, ia menjadi Direktur FBI pada tahun 1978 ketika badan tersebut dilanda skandal korupsi dan pengawasan. Ia menjabat hampir satu dekade sebelum memimpin CIA dari tahun 1987 hingga 1991 di bawah Presiden AS Ronald Reagan dan George H. W. Bush.

Melansir RT, Keluarganya menggambarkannya sebagai suami, ayah, kakek, buyut, dan patriot yang dicintai. FBI menyebutnya sebagai "pelayan publik yang berdedikasi" yang telah mengabdikan lebih dari 60 tahun untuk negara dan mengatakan bahwa mereka akan "selamanya berterima kasih" atas kontribusinya.

Baca Juga: Kepala Nicolas Maduro Dihargai Rp812 Miliar, Meksiko Bela Presiden Venezuela

2. Pernah Bertugas pada Perang Dunia II dan Perang Korea

Lahir pada 6 Maret 1924 di St. Louis, Missouri, Webster bertugas sebagai letnan Angkatan Laut AS dalam Perang Dunia II dan Perang Korea. Ia meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Washington pada tahun 1949, dan kemudian bekerja sebagai jaksa federal dan hakim distrik.

Penunjukannya di FBI terjadi di tengah skandal pengawasan tanpa surat perintah dan pembobolan. Enam minggu setelah menjabat, juri agung federal mendakwa mantan pejabat biro tersebut atas penggerebekan ilegal yang menargetkan rekan-rekan buronan sayap kiri.

Webster mengatakan setelah menerima jabatan tersebut bahwa direktur CIA dan FBI harus siap mengundurkan diri jika diminta melakukan sesuatu yang mereka tahu salah.

3. Memimpin Operasi Intelijen di Seluruh Dunia

Di CIA, Webster memimpin badan tersebut mengatasi dampak dari skandal Iran-Contra, sebuah skandal di mana pejabat senior AS secara diam-diam menjual senjata ke Iran, yang saat itu berada di bawah embargo senjata, dan mengalihkan hasilnya kepada pemberontak Nikaragua meskipun ada larangan Kongres.

Ia pensiun pada tahun 1991 tetapi tetap aktif dalam pelayanan publik, memberikan nasihat tentang keamanan dalam negeri dan menerima Presidential Medal of Freedom.

4. Pernah Kecolongan yang Memalukan

Meskipun reputasinya tinggi, Webster menghadapi kritik. Di CIA, ia disalahkan karena tidak mendeteksi mata-mata Soviet Aldrich Ames lebih awal, dan beberapa pihak mempertanyakan kurangnya pengalamannya dalam kebijakan luar negeri. Pihak lain mempertanyakan penilaian intelijennya selama Perang Teluk dan runtuhnya Uni Soviet.

Pada tahun 2002, ia sempat memimpin dewan yang mengawasi praktik akuntansi tetapi mengundurkan diri sebelum rapat pertamanya di tengah kontroversi mengenai hubungannya dengan sebuah perusahaan yang dituduh melakukan penipuan.

Beberapa pihak juga mengkritik pendekatannya yang hati-hati terhadap pengawasan domestik selama masa jabatannya di FBI.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Berita Terkini
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved