Mengapa Gencatan Senjata yang Diusung Trump dan Putin Akan Memperkuat Posisi Rusia?

Minggu, 10 Agustus 2025 - 03:15 WIB
loading...
Mengapa Gencatan Senjata...
Gencatan senjata yang diusung Donald Trump dan Vladimir Putin akan memperkuat posisi Rusia. Foto/X/@NewRulesGeo
A A A
MOSKOW - AS dan Rusia bertujuan untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan perang di Ukraina yang akan mengunci pendudukan Moskow atas wilayah yang direbut selama invasi militernya. Itu menunjukkan Rusia akan jadi pemenang pada perang Ukraina.

Melansir Bloomberg News, para pejabat AS dan Rusia sedang berupaya mencapai kesepakatan mengenai wilayah untuk pertemuan puncak yang direncanakan antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin paling cepat minggu depan.

Gedung Putih menepis berita Bloomberg tersebut sebagai spekulasi. Seorang juru bicara Kremlin tidak segera menanggapi permintaan komentar. Tidak ada komentar langsung dari otoritas Ukraina.

Reuters tidak dapat segera memverifikasi detail yang terdapat dalam laporan tersebut.

Mengapa Gencatan Senjata yang Diusung Trump dan Putin Akan Memperkuat Posisi Rusia?

1. Putin Menguasai 4 Wilayah Ukraina

Putin mengklaim empat wilayah Ukraina - Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson - serta semenanjung Laut Hitam Krimea, yang dianeksasinya pada tahun 2014. Saat ini, pasukannya belum sepenuhnya menguasai seluruh wilayah di keempat wilayah tersebut.

Ukraina sebelumnya telah mengisyaratkan kesediaannya untuk bersikap fleksibel dalam upaya mengakhiri perang yang telah menghancurkan kota-kotanya dan menewaskan banyak tentara dan warganya.

Namun, menerima hilangnya sekitar seperlima wilayah Ukraina akan sangat menyakitkan dan menantang secara politis bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan pemerintahannya.

Berdasarkan kesepakatan yang diusulkan, menurut Bloomberg, Rusia akan menghentikan serangannya di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia di sepanjang garis pertempuran saat ini.

Sejak kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump telah berupaya memperbaiki hubungan dengan Rusia dan berusaha mengakhiri perang, meskipun dalam komentar publiknya ia tampak antara mengagumi dan mengkritik tajam Putin.

Baca Juga: Panglima Militer Israel Marah Rencana Netanyahu Caplok Gaza

2. Trump Makin Frustasi

Menunjukkan rasa frustrasinya yang semakin besar terhadap penolakan Putin untuk menghentikan serangan militer Rusia, Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi baru mulai Jumat terhadap Moskow dan negara-negara yang membeli ekspornya kecuali pemimpin Rusia tersebut setuju untuk mengakhiri konflik 3,5 tahun tersebut, yang merupakan konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Namun, dengan pertemuan puncak Putin-Trump yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang, kemungkinan di Uni Emirat Arab, belum jelas apakah sanksi tersebut akan berlaku, ditunda, atau dibatalkan.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengadakan pembicaraan selama tiga jam dengan Putin di Moskow pada hari Rabu yang digambarkan oleh kedua belah pihak sebagai konstruktif.

3. Adanya Pembekuan Konflik

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, sekutu dekat Ukraina, mengatakan sebelumnya pada hari Jumat bahwa jeda dalam konflik tersebut kemungkinan akan segera terjadi. Ia berbicara setelah pembicaraan dengan Zelensky.

"Ada sinyal-sinyal tertentu, dan kami juga punya intuisi, bahwa mungkin pembekuan konflik—saya tidak ingin mengatakan akhir, tetapi pembekuan konflik—lebih dekat daripada lebih jauh," ujar Tusk dalam konferensi pers. "Ada harapan untuk ini."

Tusk juga mengatakan Zelenskyy "sangat berhati-hati tetapi optimis" dan bahwa Ukraina ingin Polandia dan negara-negara Eropa lainnya berperan dalam perencanaan gencatan senjata dan penyelesaian damai pada akhirnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Berita Terkini
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved