Houthi Serang 3 Lokasi Penting di Israel, Termasuk Bandara Ben-Gurion
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 13:45 WIB
loading...
Yahya Saree, juru bicara militer Ansarallah (Houthi) Yaman. Foto/x
A
A
A
SANAA - Yahya Saree, juru bicara militer Ansarallah (Houthi) Yaman, mengumumkan pesawat tanpa awak (drone) kelompok tersebut berhasil menyerang tiga target Israel: Bandara Lod Ben Gurion di Tel Aviv, serta dua lokasi vital di Beersheba dan Ashkelon. Dia menegaskan serangan itu untuk mendukung warga Gaza.
Saree menyatakan operasi melawan pendudukan Israel akan terus berlanjut hingga perang di Gaza dihentikan dan pengepungan dicabut.
“Angkatan Udara berhasil melaksanakan tiga operasi militer kualitatif, menargetkan tiga target musuh Israel dengan tiga drone. Yang pertama menargetkan Bandara Lod (Ben Gurion) di wilayah Jaffa (Tel Aviv),” ungkap Saree.
Ia menambahkan, “Dua pesawat lainnya menargetkan dua target vital musuh Zionis di wilayah Beersheba dan Ashkelon di Palestina yang diduduki,” tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Menurut Saree, operasi-operasi ini merupakan kemenangan bagi rakyat Palestina sekaligus respons atas kejahatan genosida dan kelaparan yang "dilakukan musuh Zionis terhadap saudara-saudara kita" di Gaza.
Ia juga mengulangi peringatannya kepada perusahaan-perusahaan yang bertransaksi di pelabuhan-pelabuhan Israel, menyatakan kapal-kapal mereka akan menjadi sasaran ke mana pun tujuannya, dan mendesak mereka segera menghentikan semua transaksi guna memastikan keselamatan kapal dan awak mereka.
Ansarallah telah melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak secara terus-menerus terhadap Israel untuk mendukung Gaza, dan juga telah menargetkan kapal-kapal yang terhubung dengan atau menuju pelabuhan-pelabuhan Israel.
Pada 27 Juli, kelompok tersebut mengumumkan peningkatan operasi angkatan lautnya, dengan menyatakan mereka akan menargetkan kapal apa pun yang dimiliki perusahaan yang bertransaksi dengan pelabuhan-pelabuhan Israel, tanpa memandang kewarganegaraan.
Ansarallah menyatakan langkah tersebut merupakan dukungan langsung terhadap Jalur Gaza, yang telah menjadi sasaran perang genosida Israel sejak 7 Oktober 2023.
Sejak tanggal tersebut, Israel—dengan dukungan Amerika—telah melancarkan kampanye genosida di Gaza, yang melibatkan pembunuhan massal, kelaparan, penghancuran, dan pemindahan paksa, yang bertentangan dengan seruan internasional dan perintah mengikat dari Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.
Genosida Israel yang sedang berlangsung ini telah mengakibatkan tewasnya 61.330 warga Palestina dan melukai 152.359 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Lebih dari 9.000 orang masih hilang, ratusan ribu orang telah mengungsi, dan kelaparan telah merenggut banyak nyawa.
Baca juga: Warga Palestina Tolak Rencana Israel Duduki Kota Gaza
Saree menyatakan operasi melawan pendudukan Israel akan terus berlanjut hingga perang di Gaza dihentikan dan pengepungan dicabut.
“Angkatan Udara berhasil melaksanakan tiga operasi militer kualitatif, menargetkan tiga target musuh Israel dengan tiga drone. Yang pertama menargetkan Bandara Lod (Ben Gurion) di wilayah Jaffa (Tel Aviv),” ungkap Saree.
Ia menambahkan, “Dua pesawat lainnya menargetkan dua target vital musuh Zionis di wilayah Beersheba dan Ashkelon di Palestina yang diduduki,” tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Menurut Saree, operasi-operasi ini merupakan kemenangan bagi rakyat Palestina sekaligus respons atas kejahatan genosida dan kelaparan yang "dilakukan musuh Zionis terhadap saudara-saudara kita" di Gaza.
Ia juga mengulangi peringatannya kepada perusahaan-perusahaan yang bertransaksi di pelabuhan-pelabuhan Israel, menyatakan kapal-kapal mereka akan menjadi sasaran ke mana pun tujuannya, dan mendesak mereka segera menghentikan semua transaksi guna memastikan keselamatan kapal dan awak mereka.
Ansarallah telah melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak secara terus-menerus terhadap Israel untuk mendukung Gaza, dan juga telah menargetkan kapal-kapal yang terhubung dengan atau menuju pelabuhan-pelabuhan Israel.
Pada 27 Juli, kelompok tersebut mengumumkan peningkatan operasi angkatan lautnya, dengan menyatakan mereka akan menargetkan kapal apa pun yang dimiliki perusahaan yang bertransaksi dengan pelabuhan-pelabuhan Israel, tanpa memandang kewarganegaraan.
Ansarallah menyatakan langkah tersebut merupakan dukungan langsung terhadap Jalur Gaza, yang telah menjadi sasaran perang genosida Israel sejak 7 Oktober 2023.
Sejak tanggal tersebut, Israel—dengan dukungan Amerika—telah melancarkan kampanye genosida di Gaza, yang melibatkan pembunuhan massal, kelaparan, penghancuran, dan pemindahan paksa, yang bertentangan dengan seruan internasional dan perintah mengikat dari Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.
Genosida Israel yang sedang berlangsung ini telah mengakibatkan tewasnya 61.330 warga Palestina dan melukai 152.359 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Lebih dari 9.000 orang masih hilang, ratusan ribu orang telah mengungsi, dan kelaparan telah merenggut banyak nyawa.
Baca juga: Warga Palestina Tolak Rencana Israel Duduki Kota Gaza
(sya)
Lihat Juga :