Demam Emas Melanda Suriah, Penduduk Serbu Sungai Eufrat dan Dikaitkan Tanda Kiamat
Kamis, 07 Agustus 2025 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Ulama Islam Asaad al-Hamdani, dalam komentarnya kepada Shafaq News, mengonfirmasi keaslian hadis tersebut dalam tradisi Sunni, tetapi memperingatkan agar tidak terburu-buru menafsirkan peristiwa terkini sebagai tanda-tanda kiamat yang sesungguhnya.
"Narasi semacam itu membutuhkan pemahaman ilmiah yang mendalam, terutama ketika diterapkan pada peristiwa yang sedang berlangsung," katanya.
Sungai Eufrat—yang mengalir melalui Turki, Suriah, dan Irak—telah lama menjadi pusat kehidupan di wilayah tersebut, menopang pertanian, perdagangan, dan permukiman sejak zaman Mesopotamia kuno.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penurunan permukaan airnya telah memicu kekhawatiran di seluruh wilayah, memicu perselisihan tentang pembangunan bendungan Turki, hak air lintas batas, dan kondisi kekeringan yang semakin parah.
Apakah tanah di sana benar-benar menyimpan harta karun masih harus dibuktikan, tetapi harapan terus mendorong sekop semakin dalam ke dasar Sungai Eufrat yang mulai memudar.
"Narasi semacam itu membutuhkan pemahaman ilmiah yang mendalam, terutama ketika diterapkan pada peristiwa yang sedang berlangsung," katanya.
Sungai Eufrat—yang mengalir melalui Turki, Suriah, dan Irak—telah lama menjadi pusat kehidupan di wilayah tersebut, menopang pertanian, perdagangan, dan permukiman sejak zaman Mesopotamia kuno.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penurunan permukaan airnya telah memicu kekhawatiran di seluruh wilayah, memicu perselisihan tentang pembangunan bendungan Turki, hak air lintas batas, dan kondisi kekeringan yang semakin parah.
Apakah tanah di sana benar-benar menyimpan harta karun masih harus dibuktikan, tetapi harapan terus mendorong sekop semakin dalam ke dasar Sungai Eufrat yang mulai memudar.
(mas)
Lihat Juga :