80 Tahun Lalu AS Jatuhkan Bom Nuklir di Hiroshima, Rakyat Amerika antara Mendukung dan Menentang...

Kamis, 07 Agustus 2025 - 12:55 WIB
loading...
A A A
Dalam jajak pendapat April 2024, Pew Research Center menemukan kesenjangan generasi yang dramatis di antara warga Amerika terkait isu keterlibatan global.

Sekitar 74 persen responden yang lebih tua, berusia 65 tahun ke atas, menyatakan keyakinan kuat bahwa AS harus memainkan peran aktif di panggung dunia. Namun, hanya 33 persen responden yang lebih muda, berusia 18 hingga 35 tahun, yang merasakan hal yang sama.

Jajak pendapat Pew bulan lalu tentang bom atom juga menemukan perbedaan usia yang mencolok. Orang-orang yang berusia di atas 65 tahun dua kali lebih mungkin meyakini bahwa pengeboman tersebut dibenarkan dibandingkan orang-orang yang berusia antara 18 dan 29 tahun.

Yam, peneliti Pew, mengatakan bahwa usia adalah "faktor yang paling menonjol" dalam hasil tersebut, mengalahkan karakteristik lain, seperti afiliasi partai dan status veteran.

Peringatan 80 tahun pengeboman Hiroshima juga bertepatan dengan periode kecemasan baru tentang senjata nuklir.

Presiden AS Donald Trump, misalnya, berulang kali memperingatkan selama kampanye pemilihannya kembali pada tahun 2024 bahwa dunia berada di ambang "Perang Dunia III".

"Ancamannya adalah senjata nuklir," kata Trump dalam sebuah pertemuan massa di Chesapeake, Virginia. "Itu bisa terjadi besok."

“Kita berada di titik di mana, untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade, senjata nuklir kembali menjadi sorotan utama politik internasional,” kata Ankit Panda, peneliti senior dalam program kebijakan nuklir di Carnegie Endowment for International Peace, sebuah lembaga riset yang berbasis di AS.

Panda mengatakan bahwa kekhawatiran tersebut terkait dengan ketegangan geopolitik antarnegara, dan mencontohkan pertempuran antara India dan Pakistan pada bulan Mei.

Sementara itu, perang di Ukraina telah mendorong Rusia dan AS, dua negara nuklir terbesar di dunia, untuk saling melontarkan ancaman terkait nuklir.

Pada bulan Juni, AS dan Israel melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dengan tujuan untuk menghambat kemampuan negara tersebut dalam mengembangkan senjata nuklir.

Namun, seiring AS memperingati 80 tahun pengeboman Hiroshima, para aktivis berharap perubahan opini publik ini akan mendorong para pemimpin dunia untuk beralih dari ancaman nuklir dan berupaya untuk menghapuskan senjata nuklir.

Seth Shelden, penghubung PBB untuk Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir, menjelaskan bahwa negara-negara pemilik senjata nuklir berargumen bahwa persenjataan mereka menghambat tindakan agresi. Namun, dia mengatakan argumen-argumen tersebut justru melemahkan bahaya perang nuklir yang "mengakhiri peradaban".

"Selama negara-negara bersenjata nuklir memprioritaskan senjata nuklir untuk keamanan mereka sendiri, mereka akan mendorong negara lain untuk mengejarnya juga," ujarnya.

"Pertanyaannya seharusnya bukan apakah pencegahan nuklir dapat berhasil atau apakah pernah berhasil," paparnya. "Melainkan apakah pencegahan nuklir akan berhasil selamanya."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Ingin Berat Badan Turun?...
Ingin Berat Badan Turun? Ade Rai Sarankan Aktivitas Sederhana Ini Sebelum Sarapan
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Berita Terkini
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Infografis
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved