Negara Tetangga Indonesia Ini Borong 11 Kapal Perang Siluman, Mampu Tembakkan Rudal Tomahawk

Selasa, 05 Agustus 2025 - 09:43 WIB
loading...
Negara Tetangga Indonesia...
Australia membeli 11 kapal perang siluman canggih dari Jepang. Kapal-kapal itu mampu menembakkan rudal jelajah Tomahawk buatan AS. Foto/Asia Pacific Defence Reporter
A A A
SYDNEY - Australia, negara tetangga Indonesia, mengumumkan akan meningkatkan Angkatan Laut-nya dengan membeli 11 kapal perang siluman canggih dari Jepang. Kapal-kapal tersebut memiliki kemampuan untuk menembakkan rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat (AS).

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, dalam pengumumannya hari ini (5/8/2025), mengatakan 11 kapal perang yang akan dibeli adalah fregat kelas Mogami buatan Mitsubishi Heavy Industries Jepang.

Australia sedang menjalani restrukturisasi militer besar-besaran yang diumumkan pada tahun 2023, beralih ke kemampuan serangan jarak jauh untuk merespons kekuatan Angkatan Laut China dengan lebih baik.

Baca Juga: 5 Negara NATO Pemasok Kapal Militer untuk Indonesia, Salah Satunya Mantan Penjajah

Australia berupaya memperluas armada kapal perang utamanya dari 11 menjadi 26 unit dalam 10 tahun ke depan.

“Ini jelas merupakan perjanjian industri pertahanan terbesar yang pernah dicapai antara Jepang dan Australia,” kata Marles, memuji kesepakatan senilai USD6 miliar, sebagaimana dikutip dari AFP.

Mitsubishi Heavy Industries memenangkan tender tersebut, mengalahkan ThyssenKrupp Marine Systems dari Jerman.

“Keputusan ini dibuat berdasarkan kemampuan terbaik Australia,” kata Marles. “Kami memang memiliki keselarasan strategis yang sangat erat dengan Jepang.”

Kapal perang kelas Mogami adalah fregat siluman canggih yang dilengkapi dengan serangkaian senjata canggih. Lantaran kemampuan silumannya, ia kerap dijuluki sebagai kapal perang ninja.

Marles mengatakan pihaknya akan mengganti armada kapal kelas Anzac Australia yang menua dengan kapal kelas Mogami, dengan yang pertama akan beroperasi pada tahun 2030.

“Fregat kelas Mogami adalah fregat terbaik untuk Australia,” kata Marles.

“Ini adalah kapal generasi baru. Kapal ini siluman. Kapal ini memiliki 32 sel peluncur vertikal yang mampu meluncurkan rudal jarak jauh," paparnya.

Menteri Perindustrian Pertahanan Pat Conroy mengatakan fregat-fregat tersebut mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk.

Angkatan Laut Australia Lebih Mematikan


“Akuisisi fregat siluman ini akan membuat Angkatan Laut kita menjadi lebih besar, dan lebih mematikan,” ujarnya.

Tiga fregat kelas Mogami pertama akan dibangun di luar negeri, kata Conroy, sementara galangan kapal di Australia Barat diperkirakan akan memproduksi sisanya.

Australia mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi kapal selam bertenaga nuklir rancangan AS pada tahun 2021, membatalkan rencana bertahun-tahun untuk mengembangkan kapal selam non-nuklir dari Prancis.

Berdasarkan pakta tripartit AUKUS dengan Amerika Serikat dan Inggris, Angkatan Laut Australia berencana untuk mengakuisisi setidaknya tiga kapal selam kelas Virginia dalam 15 tahun.

Program kapal selam AUKUS sendiri dapat menelan biaya hingga USD235 miliar selama 30 tahun ke depan, menurut perkiraan pemerintah Australia, sebuah angka yang telah memicu kritik terhadap strategi tersebut.

Proyek-proyek pertahanan besar di Australia telah lama mengalami pembengkakan biaya, perubahan haluan pemerintah, perubahan kebijakan, dan rencana proyek yang lebih masuk akal untuk penciptaan lapangan kerja lokal daripada pertahanan.

Australia berencana untuk secara bertahap meningkatkan anggaran pertahanannya menjadi 2,4 persen dari produk domestik bruto—di atas target dua persen yang ditetapkan oleh sekutu NATO-nya, tetapi jauh di bawah tuntutan AS sebesar 3,5 persen.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Babak Pertama: Uruguay...
Babak Pertama: Uruguay vs Spanyol, Blunder Muslera Bawa La Furia Roja Unggul 1-0
Berita Terkini
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved