6 Orang Lagi Mati Kelaparan di Gaza karena Israel, Menambah Korban Jadi 175
Senin, 04 Agustus 2025 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
COGAT mengatakan bahwa selama seminggu terakhir lebih dari 23.000 ton bantuan kemanusiaan dalam 1.200 truk telah memasuki Gaza, tetapi ratusan truk tersebut belum dikemudikan ke pusat distribusi bantuan oleh PBB dan organisasi internasional lainnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan pada hari Minggu bahwa blokade de facto Israel atas Gaza menyebabkan kelaparan dan mengakibatkan kematian warga sipil.
“Kami telah lama mengamati bahwa blokade de facto Israel atas Jalur Gaza menyebabkan kelaparan, yang menyebabkan orang-orang meninggal, menderita, dan kekurangan air,” kata Wadephul kepada penyiar Jerman; Deutschlandfunk, setelah kunjungannya baru-baru ini ke Israel dan Palestina.
Wadephul mengatakan dia menyampaikan pesan yang jelas selama pertemuan dengan para pejabat Israel bahwa situasi kemanusiaan di Gaza harus “berubah secara fundamental.”
“Saya harap pesan itu telah didengar. Saya merasa sudah,” katanya.
Menteri tersebut memperingatkan bahwa Israel berisiko mengisolasi diri di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas tindakannya di Gaza.
“Jerman tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Kita juga harus membantu Israel agar tidak terjerumus ke dalam situasi seperti itu,” katanya, seraya mencatat bahwa Berlin terus menasihati dan mendukung Israel “melalui proses pengambilan keputusan yang sulit ini.”
Wadephul juga mengakui bahwa Jerman tetap menjadi salah satu dari sedikit negara yang tidak mengakui Palestina.
“Ini adalah sesuatu yang juga harus kita akui,” ujarnya.
Israel Biang Tragedi Kelaparan di Gaza
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan pada hari Minggu bahwa blokade de facto Israel atas Gaza menyebabkan kelaparan dan mengakibatkan kematian warga sipil.
“Kami telah lama mengamati bahwa blokade de facto Israel atas Jalur Gaza menyebabkan kelaparan, yang menyebabkan orang-orang meninggal, menderita, dan kekurangan air,” kata Wadephul kepada penyiar Jerman; Deutschlandfunk, setelah kunjungannya baru-baru ini ke Israel dan Palestina.
Wadephul mengatakan dia menyampaikan pesan yang jelas selama pertemuan dengan para pejabat Israel bahwa situasi kemanusiaan di Gaza harus “berubah secara fundamental.”
“Saya harap pesan itu telah didengar. Saya merasa sudah,” katanya.
Menteri tersebut memperingatkan bahwa Israel berisiko mengisolasi diri di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas tindakannya di Gaza.
“Jerman tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Kita juga harus membantu Israel agar tidak terjerumus ke dalam situasi seperti itu,” katanya, seraya mencatat bahwa Berlin terus menasihati dan mendukung Israel “melalui proses pengambilan keputusan yang sulit ini.”
Wadephul juga mengakui bahwa Jerman tetap menjadi salah satu dari sedikit negara yang tidak mengakui Palestina.
“Ini adalah sesuatu yang juga harus kita akui,” ujarnya.
Lihat Juga :