Kelab Malam Gay Terbesar Jerman Bangkrut setelah Hampir 50 Tahun Beroperasi

Minggu, 03 Agustus 2025 - 13:22 WIB
loading...
A A A
SchwuZ, kependekan dari SchwulenZentrum atau pusat gay, pindah ke tempat yang jauh lebih besar dengan kapasitas 1.000 pengunjung di Neukölln yang modis pada tahun 2013, yang mungkin merupakan awal dari akhir.

Tahun ini, kelab tersebut mengalami defisit sebesar €30.000-€60.000 setiap bulannya, dengan pendapatan yang terus menurun, menurut laporan lembaga penyiaran publik; RBB.

Direktur pelaksana SchwuZ, Katja Jäger, mengatakan bahwa ekonomi yang lesu, klien inti yang menua, dan krisis yang menjalar di dunia hiburan malam Berlin telah berdampak buruk.

Lonjakan harga sewa dan listrik telah mengancam banyak tempat hiburan malam favorit di Berlin yang gulung tikar setelah kebangkitan pasca-Covid yang singkat, dalam fenomena suram yang dikenal sebagai Clubsterben (kematian kelab).

Pada bulan Mei, SchwuZ terpaksa memberhentikan 33 karyawannya—sekitar sepertiga dari total stafnya, banyak di antaranya sudah lama bekerja—dan mengurangi pertunjukan drag profesional. Sebuah kampanye penggalangan dana hanya berhasil mengumpulkan €3.000 dari target €150.000.

Kelab ini kini telah melakukan upaya terakhir bagi para pendukungnya untuk bersatu mendukungnya "demi generasi queer masa depan yang membutuhkan tempat yang mengangkat, memberdayakan, dan membuat mereka terlihat".

Unggahan media sosial kelab tersebut menuai curahan solidaritas, dengan bintang drag dan aktivis politik Gloria Viagra menulis: "Kita bisa melakukannya bersama...!!!!"

Namun, komentator lain mengeluhkan daftar putar musik yang ketinggalan zaman dan harga tiket yang tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Trump Ancam Hancurkan...
Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir
Rekomendasi
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Berita Terkini
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Infografis
Gaza Harus Diperlakukan...
Gaza Harus Diperlakukan seperti Jepang dan Jerman setelah PD II
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved