Kelab Malam Gay Terbesar Jerman Bangkrut setelah Hampir 50 Tahun Beroperasi
Minggu, 03 Agustus 2025 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
SchwuZ berharap untuk tetap buka hingga Oktober ketika sidang kepailitan akan dimulai, imbuh laporan RBB.
Kemerosotan suasana kelab malam di Berlin semakin terasa tahun lalu. Busche Club, tempat dansa gay dan lesbian yang bersejarah, tutup akhir pekan lalu setelah empat dekade beroperasi, dengan alasan meningkatnya biaya operasional.
Busche didirikan pada tahun 1988 di Berlin Timur yang komunis dan mengembangkan citra sebagai "anti-Berghain"—tempat pesta yang ramai dikunjungi pengunjung internasional.
Pada Malam Tahun Baru, Watergate, sebuah institusi mewah di tepi sungai dan bagian dari kancah musik elektronik, tutup setelah 22 tahun, dengan alasan berbagai tantangan termasuk inflasi, meningkatnya preferensi untuk acara musik di luar ruangan, upah DJ yang tinggi, dan penurunan penerbangan murah ke Berlin.
Kelab tekno Wilde Renate, yang menawarkan dansa di ruang terbuka dan dalam ruangan, telah mengumumkan rencana untuk tutup pada akhir tahun setelah perselisihan berkepanjangan dengan seorang raja properti terkait sewa tempat tersebut.
Rencana perluasan jalan tol A100 semakin mengancam beberapa kelab populer di sekitar stasiun kereta Ostkreuz, yang memicu protes agar pemerintah sayap kanan-tengah Berlin menghentikan pembangunan.
Emiko Gejic, juru bicara kelompok lobi Club Commission, mengatakan: "Kelab merupakan bagian penting dari DNA kota ini ... tetapi juga merupakan faktor ekonomi."
Kemerosotan suasana kelab malam di Berlin semakin terasa tahun lalu. Busche Club, tempat dansa gay dan lesbian yang bersejarah, tutup akhir pekan lalu setelah empat dekade beroperasi, dengan alasan meningkatnya biaya operasional.
Busche didirikan pada tahun 1988 di Berlin Timur yang komunis dan mengembangkan citra sebagai "anti-Berghain"—tempat pesta yang ramai dikunjungi pengunjung internasional.
Pada Malam Tahun Baru, Watergate, sebuah institusi mewah di tepi sungai dan bagian dari kancah musik elektronik, tutup setelah 22 tahun, dengan alasan berbagai tantangan termasuk inflasi, meningkatnya preferensi untuk acara musik di luar ruangan, upah DJ yang tinggi, dan penurunan penerbangan murah ke Berlin.
Kelab tekno Wilde Renate, yang menawarkan dansa di ruang terbuka dan dalam ruangan, telah mengumumkan rencana untuk tutup pada akhir tahun setelah perselisihan berkepanjangan dengan seorang raja properti terkait sewa tempat tersebut.
Rencana perluasan jalan tol A100 semakin mengancam beberapa kelab populer di sekitar stasiun kereta Ostkreuz, yang memicu protes agar pemerintah sayap kanan-tengah Berlin menghentikan pembangunan.
Emiko Gejic, juru bicara kelompok lobi Club Commission, mengatakan: "Kelab merupakan bagian penting dari DNA kota ini ... tetapi juga merupakan faktor ekonomi."
(mas)
Lihat Juga :