Kerahkan Rudal Oreshnik ke Belarusia, Putin Ancam Ukraina dan Eropa
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Putin juga memuji kemampuan Oreshnik, dengan mengatakan bahwa beberapa hulu ledaknya yang meluncur ke target dengan kecepatan hingga Mach 10 kebal terhadap intersepsi dan sangat kuat sehingga penggunaan beberapa hulu ledak dalam satu serangan konvensional dapat sama dahsyatnya dengan serangan nuklir.
Namun, para ahli telah menunjukkan bahwa kemampuan rudal yang sebenarnya belum terbukti dan mungkin dibesar-besarkan untuk tujuan propaganda.
Pada bulan Juni, laporan mengklaim Oreshnik mengalami kegagalan peluncuran, dengan rekaman yang belum diverifikasi yang menunjukkan rudal tersebut hancur di atas Kazakhstan, yang memicu penyelidikan oleh pihak berwenang di Astana.
Presiden Rusia memperingatkan Barat bahwa Moskow dapat menggunakannya untuk melawan sekutu NATO Ukraina jika mereka mengizinkan Kyiv menggunakan rudal jarak jauh mereka untuk menyerang wilayah Rusia.
Kepala pasukan rudal Rusia telah menyatakan bahwa Oreshnik, yang dapat membawa hulu ledak konvensional atau nuklir, memiliki jangkauan yang memungkinkannya menjangkau seluruh Eropa.
Rudal jarak menengah dapat terbang antara 500 dan 5.500 kilometer. Senjata semacam itu dilarang berdasarkan perjanjian era Soviet yang ditinggalkan Washington dan Moskow pada tahun 2019.
Musim gugur yang lalu, Putin dan Lukashenka menandatangani perjanjian yang memberikan apa yang disebut Moskow sebagai "jaminan keamanan" bagi Belarus, termasuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir Rusia.
Namun, para ahli telah menunjukkan bahwa kemampuan rudal yang sebenarnya belum terbukti dan mungkin dibesar-besarkan untuk tujuan propaganda.
Pada bulan Juni, laporan mengklaim Oreshnik mengalami kegagalan peluncuran, dengan rekaman yang belum diverifikasi yang menunjukkan rudal tersebut hancur di atas Kazakhstan, yang memicu penyelidikan oleh pihak berwenang di Astana.
Presiden Rusia memperingatkan Barat bahwa Moskow dapat menggunakannya untuk melawan sekutu NATO Ukraina jika mereka mengizinkan Kyiv menggunakan rudal jarak jauh mereka untuk menyerang wilayah Rusia.
Kepala pasukan rudal Rusia telah menyatakan bahwa Oreshnik, yang dapat membawa hulu ledak konvensional atau nuklir, memiliki jangkauan yang memungkinkannya menjangkau seluruh Eropa.
Rudal jarak menengah dapat terbang antara 500 dan 5.500 kilometer. Senjata semacam itu dilarang berdasarkan perjanjian era Soviet yang ditinggalkan Washington dan Moskow pada tahun 2019.
Musim gugur yang lalu, Putin dan Lukashenka menandatangani perjanjian yang memberikan apa yang disebut Moskow sebagai "jaminan keamanan" bagi Belarus, termasuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir Rusia.
Lihat Juga :