Mengapa Putin Tak Takut dengan Ultimatum Trump?
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Pengalaman menunjukkan bahwa, bagi Trump, tenggat waktu bukanlah sesuatu yang pasti. Namun di atas kertas, setidaknya, tenggat waktu terbarunya berakhir pada 8 Agustus.
Jika hingga saat itu Rusia belum menandatangani gencatan senjata di Ukraina, Rusia akan menghadapi sanksi lebih lanjut – begitu pula secara teori negara-negara yang membeli minyak Rusia.
Terlebih lagi, dari apa yang dikatakan Putin pada hari Jumat tentang Rusia yang terus maju di sepanjang garis depan di Ukraina, ia jelas yakin gencatan senjata saat ini bukanlah kepentingan terbaik Moskow.
Para pejabat Ukraina pada hari Jumat mengatakan Kyiv telah menerima "sinyal positif" dari AS tentang potensi sanksi baru.
Sehari sebelumnya, diplomat senior AS John Kelley mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Rusia dan Ukraina "harus merundingkan gencatan senjata dan perdamaian yang langgeng".
"Sudah waktunya untuk membuat kesepakatan," katanya.
Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, yang saat ini berada di Israel, akan mengunjungi Rusia selanjutnya, kata Presiden AS awal pekan ini. Ia tidak memberikan detail lebih lanjut.
Jika hingga saat itu Rusia belum menandatangani gencatan senjata di Ukraina, Rusia akan menghadapi sanksi lebih lanjut – begitu pula secara teori negara-negara yang membeli minyak Rusia.
3. AS Tak Akan Memberikan Sanksi Keras ke Rusia
Namun, berdasarkan pemberitaan media pemerintah Rusia dalam beberapa hari terakhir, banyak pihak di Moskow meragukan Gedung Putih akan melanjutkan ancaman sanksi yang lebih keras.Terlebih lagi, dari apa yang dikatakan Putin pada hari Jumat tentang Rusia yang terus maju di sepanjang garis depan di Ukraina, ia jelas yakin gencatan senjata saat ini bukanlah kepentingan terbaik Moskow.
Para pejabat Ukraina pada hari Jumat mengatakan Kyiv telah menerima "sinyal positif" dari AS tentang potensi sanksi baru.
Sehari sebelumnya, diplomat senior AS John Kelley mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Rusia dan Ukraina "harus merundingkan gencatan senjata dan perdamaian yang langgeng".
"Sudah waktunya untuk membuat kesepakatan," katanya.
Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, yang saat ini berada di Israel, akan mengunjungi Rusia selanjutnya, kata Presiden AS awal pekan ini. Ia tidak memberikan detail lebih lanjut.
(ahm)
Lihat Juga :