Beda dari Data Resmi, Media Israel Ungkap 100.000 Tentara Zionis Terluka dan Cacat di Gaza

Kamis, 31 Juli 2025 - 17:50 WIB
loading...
Beda dari Data Resmi,...
Pejuang Palestina menyerang tentara Israel di beberapa lokasi. Foto/media alqassam
A A A
JALUR GAZA - Sebanyak 18.500 tentara dan polisi Israel telah terluka sejak serangan Israel di Jalur Gaza dilancarkan pada Oktober 2023, menurut media Israel. Selain itu, diperkirakan dalam dua setengah tahun, akan ada sekitar 100.000 tentara yang terluka dan cacat, setidaknya setengahnya memiliki masalah kesehatan mental, menurut situs web berita Ynet.

Angka-angka ini diperoleh dari Gerakan Kebebasan Informasi, yang mengambil data dari tentara Israel, menurut surat kabar Israel Yedioth Ahronoth.

Laporan tersebut menambahkan Divisi Rehabilitasi Kementerian Pertahanan Israel menerima 18.500 tentara dan pasukan keamanan lainnya yang terluka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Namun, angka resmi militer Israel sangat berbeda, dengan menyatakan hanya 6.145 tentara yang terluka dan 895 orang lainnya tewas.

Tentara Disabilitas


Menurut laporan tersebut, lebih dari 10.000 tentara Israel menderita gangguan kesehatan mental, termasuk 3.679 yang didiagnosis dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Surat kabar tersebut mengatakan 9.000 tentara mengajukan permintaan pemeriksaan kondisi psikologis mereka, termasuk kecemasan, PTSD, dan depresi, pada tahun 2024 saja.

Hingga saat ini, perkiraan "100.000 tentara disabilitas" dikaitkan dengan perkiraan Kementerian Pertahanan untuk tahun 2030 dan mencakup korban dari semua perang Israel.

Namun, sebagian besar dari mereka telah mengalami gangguan mental sejak 7 Oktober 2023, dan dalam beberapa bulan setelahnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi peningkatan jumlah tentara yang menderita tekanan mental dan mencari bantuan, menurut laporan tersebut.

Depresi, PTSD


Militer Israel menyatakan sejak 2024, sekitar 9.000 prajurit telah meminta bantuan untuk mengatasi kondisi kesehatan mental mereka, yang dapat bermanifestasi dalam bentuk kecemasan, kesulitan penyesuaian diri, PTSD, atau depresi, tambah laporan tersebut.

Dari 1.600 prajurit yang didiagnosis tahun lalu, 1.512 di antaranya adalah prajurit pria. Selain itu, 88 prajurit wanita didiagnosis menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Laporan tersebut menyatakan 693 prajurit yang menderita PTSD menjalani wajib militer, 144 prajurit reguler, 184 prajurit cadangan, dan sekitar 500 prajurit berada di sektor lain di militer Israel.

Kementerian Pertahanan Israel juga dilaporkan menyatakan terdapat lebih dari 12.000 prajurit reguler dan cadangan yang tidak hanya meninggalkan militer, tetapi juga tidak lagi berkontribusi pada perekonomian atau tidak lagi bekerja di bidang profesional mereka.

“Hal ini telah berdampak pada perekonomian,” ungkap Kementerian Pertahanan Israel.

Serangan Genosida yang Berkelanjutan


Israel mengingkari gencatan senjata pada 18 Maret, dan telah menewaskan dan melukai ribuan warga Palestina di seluruh Jalur Gaza melalui pemboman udara berdarah yang terus-menerus.

Pada 7 Oktober 2023, setelah operasi Perlawanan Palestina di Israel selatan, militer Israel melancarkan perang genosida terhadap warga Palestina, menewaskan lebih dari 60.000 orang, melukai lebih dari 142.000 orang, dan lebih dari 14.000 orang masih hilang.

Baca juga: Amir Berjalan 12 km untuk Mendapat Makanan dan Ditembak Mati Tentara Israel di Jebakan Maut Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved