5 Negara NATO Pemasok Kapal Militer untuk Indonesia, Salah Satunya Mantan Penjajah
Kamis, 31 Juli 2025 - 08:59 WIB
loading...
KRI Diponegoro, salah satu kapal perang Indonesia buatan Belanda. Selain Belanda, ada empat negara NATO lainnya yang memasok kapal militer untuk Indonesia. Foto/via Wikipedia
A
A
A
JAKARTA - Adalima negara NATO yang menjadi pemasok atau pun membantu membangun kapal-kapal militer untuk Indonesia. Darilima negara itu, yang terbaru adalah Turki, di mana Ankara meneken perjanjian dengan Jakarta untuk penjualan dua fregat.
Seorang analis telah memperingatkan bahwa mengandalkan beragam produsen asing dapat menimbulkan tantangan logistik dan dapat membebani anggaran pertahanan Indonesia yang terbatas.
"Korvet Belanda, kapal selam Prancis + Republik Korea [Korea Selatan], fregat Inggris + Turki, kapal patroli lepas pantai Italia. Sebagian besar melibatkan pembelian dalam jumlah kecil," tulis Collin Koh, peneliti senior di Institute of Defense and Strategic Studies, di X.
Baca Juga: Rusia Mulai Menyerah, Bersiap Kehilangan Kapal Induk Satu-satunya
"Sebuah mimpi buruk logistik yang tidak memaksimalkan penggunaan dana terbatas secara efisien untuk keberlanjutan armada jangka panjang," imbuh dia, seperti dikutip Newsweek, Kamis (31/7/2025).
Indonesia memiliki Angkatan Laut terbesar di Asia Tenggara, namun hanya memiliki segelintir kapal tempur—terutama kapal serang kecil yang cocok untuk operasi di dekat pantai dan armada kecil kapal selam yang sudah tua.
Meskipun Indonesia telah mempertahankan kebijakan netralitas bahkan di tengah sengketa wilayah dengan China, Malaysia, dan Australia, para pejabat telah berupaya untuk mentransformasi Angkatan Laut dari "kekuatan perairan hijau" yang berfokus pada pertahanan dekat pantai menjadi Angkatan Laut "perairan biru" yang mampu memproyeksikan kekuatan lebih jauh dari pantainya.
Perusahaan pembuat kapal perang Prancis, Naval Group, telah dikontrak untuk membangun dua kapal selam diesel-listrik kelas Scorpène di Indonesia, yang akan menambah jumlah kapal selam negara ini menjadi enam unit.
Angkatan Laut Indonesia telah mengoperasikan dua kapal penelitian oseanografi yang dibangun oleh OCEA Shipbuilding Prancis.
Dua fregat yang berbasis pada desain Arrowhead 140 milik Inggris sedang dibangun untuk Indonesia oleh perusahaan pembuat kapal milik negara; PT PAL, berdasarkan kesepakatan dengan kontraktor pertahanan Babcock yang berbasis di London.
Produsen peralatan selam dan penyelamatan kapal selam Inggris, Submarine Manufacturing and Products, juga dikontrak untuk menyediakan sistem penyelamatan kapal selam baru bagi Angkatan Laut Indonesia.
Awal bulan ini, Indonesia menerima pengiriman pertama dari dua kapal patroli lepas pantai serbaguna yang dipesan dari perusahaan pembuat kapal Italia, Fincantieri.
Indonesia mengoperasikan enam korvet berpemandu rudal kelas Sigma rancangan Belanda: empat kelas Diponegoro dan dua kapal kelas Martadinata yang lebih besar dan lebih canggih. Belanda dikenal sebagai negara yang pernah menjajah lama Indonesia.
Perjanjian yang ditandatangani hari Sabtu oleh pejabat Turki dan Indonesia akan memungkinkan galangan kapal TAIS Turki membangun sepasang fregat kelas Istif untuk negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini.
SSB, sebuah badan pemerintah Turki yang bertugas mengelola proyek-proyek industri pertahanan, menyatakan: "Ini menandai ekspor pertama kapal kelas MİLGEM Turki ke Indonesia dan merupakan tonggak penting dalam kerja sama Angkatan Laut strategis, yang membawa kebanggaan bagi bangsa kita."
"Kami berharap kolaborasi ini, yang mewujudkan visi pertahanan maritim bersama dari dua negara sekutu, akan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat," paparnya.
Seorang analis telah memperingatkan bahwa mengandalkan beragam produsen asing dapat menimbulkan tantangan logistik dan dapat membebani anggaran pertahanan Indonesia yang terbatas.
"Korvet Belanda, kapal selam Prancis + Republik Korea [Korea Selatan], fregat Inggris + Turki, kapal patroli lepas pantai Italia. Sebagian besar melibatkan pembelian dalam jumlah kecil," tulis Collin Koh, peneliti senior di Institute of Defense and Strategic Studies, di X.
Baca Juga: Rusia Mulai Menyerah, Bersiap Kehilangan Kapal Induk Satu-satunya
"Sebuah mimpi buruk logistik yang tidak memaksimalkan penggunaan dana terbatas secara efisien untuk keberlanjutan armada jangka panjang," imbuh dia, seperti dikutip Newsweek, Kamis (31/7/2025).
Indonesia memiliki Angkatan Laut terbesar di Asia Tenggara, namun hanya memiliki segelintir kapal tempur—terutama kapal serang kecil yang cocok untuk operasi di dekat pantai dan armada kecil kapal selam yang sudah tua.
Meskipun Indonesia telah mempertahankan kebijakan netralitas bahkan di tengah sengketa wilayah dengan China, Malaysia, dan Australia, para pejabat telah berupaya untuk mentransformasi Angkatan Laut dari "kekuatan perairan hijau" yang berfokus pada pertahanan dekat pantai menjadi Angkatan Laut "perairan biru" yang mampu memproyeksikan kekuatan lebih jauh dari pantainya.
5 Negara NATO Pemasok Kapak Militer untuk Indonesia
1. Prancis
Perusahaan pembuat kapal perang Prancis, Naval Group, telah dikontrak untuk membangun dua kapal selam diesel-listrik kelas Scorpène di Indonesia, yang akan menambah jumlah kapal selam negara ini menjadi enam unit.
Angkatan Laut Indonesia telah mengoperasikan dua kapal penelitian oseanografi yang dibangun oleh OCEA Shipbuilding Prancis.
2. Inggris Raya
Dua fregat yang berbasis pada desain Arrowhead 140 milik Inggris sedang dibangun untuk Indonesia oleh perusahaan pembuat kapal milik negara; PT PAL, berdasarkan kesepakatan dengan kontraktor pertahanan Babcock yang berbasis di London.
Produsen peralatan selam dan penyelamatan kapal selam Inggris, Submarine Manufacturing and Products, juga dikontrak untuk menyediakan sistem penyelamatan kapal selam baru bagi Angkatan Laut Indonesia.
3. Italia
Awal bulan ini, Indonesia menerima pengiriman pertama dari dua kapal patroli lepas pantai serbaguna yang dipesan dari perusahaan pembuat kapal Italia, Fincantieri.
4. Belanda
Indonesia mengoperasikan enam korvet berpemandu rudal kelas Sigma rancangan Belanda: empat kelas Diponegoro dan dua kapal kelas Martadinata yang lebih besar dan lebih canggih. Belanda dikenal sebagai negara yang pernah menjajah lama Indonesia.
5. Turki
Perjanjian yang ditandatangani hari Sabtu oleh pejabat Turki dan Indonesia akan memungkinkan galangan kapal TAIS Turki membangun sepasang fregat kelas Istif untuk negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini.
SSB, sebuah badan pemerintah Turki yang bertugas mengelola proyek-proyek industri pertahanan, menyatakan: "Ini menandai ekspor pertama kapal kelas MİLGEM Turki ke Indonesia dan merupakan tonggak penting dalam kerja sama Angkatan Laut strategis, yang membawa kebanggaan bagi bangsa kita."
"Kami berharap kolaborasi ini, yang mewujudkan visi pertahanan maritim bersama dari dua negara sekutu, akan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat," paparnya.
(mas)
Lihat Juga :