Rusia Mulai Menyerah, Bersiap Kehilangan Kapal Induk Satu-satunya

Selasa, 29 Juli 2025 - 09:32 WIB
loading...
Rusia Mulai Menyerah,...
Rusia mulai menyerah dalam memperbaiki kapal induk satu-satunya, Admiral Kuznetsov, yang bobrok sejak 2017. Foto/MEMRI via Novorossia Today
A A A
MOSKOW - Rusia mulai menyerah setelah bertahun-tahun memperbaiki kapal induk satu-satunya, Admiral Kuznetsov, tanpa membuahkan hasil. Kapal induk yang bobrok sejak 2017tersebut kini bersiap untuk dijual atau dibesituakan.

Itu akan menandai berakhirnya kapal yang pernah menjadi simbol ambisi Angkatan Laut Moskow.

Nasib kapal induk Admiral Kuznetsov, yang berusia 40 tahun, berada di ujung tanduk setelah bertahun-tahun diperbaiki tanpa hasil, dan pekerjaan pemeliharaannya ditangguhkan.

Baca Juga: Buang Admiral Kuznetsov Terkutuk, Rusia Terancam Jadi Negara Adidaya Tanpa Kapal Induk

Andrei Kostin, ketua perusahaan galangan kapal negara Rusia (USC), mengatakan kepada surat kabar Kommersant: "Tidak ada gunanya lagi memperbaiki (Admiral Kuznetsov). Kapal itu sudah berusia lebih dari 40 tahun, dan biayanya sangat mahal."

Yoruk Isik, kepala konsultan Bosphorus Observer di Istanbul, mengatakan kepada Newsweek pada hari Senin (29/7/2025) bahwa langkah tersebut berarti "kehilangan prestise" bagi Angkatan Laut Rusia.

Kapal induk Admiral Kuznetsov diluncurkan pada tahun 1985, dan meskipun telah terlibat dalam kampanye militer Moskow di Suriah, kapal ini telah tidak beroperasi selama delapan tahun.

Penundaan pemeliharaan selama bertahun-tahun dan pembengkakan biaya telah menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas teknisnya dalam peperangan modern.

Namun, pemusnahannya akan dianggap sebagai tanda menurunnya kemampuan Angkatan Laut Rusia, terutama karena pesawat nirawak Ukraina telah mengusir sebagian besar Armada Laut Hitamnya dari pangkalan utamanya di Crimea.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Tegang, Jet Tempur China...
Tegang, Jet Tempur China Kejar Pesawat AS Dekat Kapal Induk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved