AS Larang Indonesia Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS, Ini Alasannya

Senin, 14 Juli 2025 - 10:55 WIB
loading...
AS Larang Indonesia...
Indonesia termasuk di antara negara yang dilarang AS membeli jet tempur siluman F-35 Lightning II. Foto/Kementerian Pertahanan Belanda
A A A
WASHINGTON - Ada sederet negara yang tidak diperbolehkan Amerika Serikat (AS) untuk membeli jet tempur siluman F-35 Lightning II. Salah satu negara tersebut adalah Indonesia dengan alasan masalah keamanan.

Banyak pengamat selama ini mengira Amerika selalu ingin menjual jet tempur F-35 ke sebanyak mungkin negara untuk menghasilkan keuntungan terbesar. Namun, anggapan itu tidak benar.

Penjualan jet tempur sangat rumit dan terikat dengan geopolitik dan politik dalam negeri. Faktanya, AS sering membatasi ekspor pesawat tempur tercanggihnya, sebagian atau bahkan seluruhnya, kepada pelanggan internasional.

Baca Juga: Usai Norwegia, Belanda Juga Akan Kerahkan Jet Tempur Siluman F-35 Lindungi Bantuan Ukraina

Hampir setiap negara sekutu AS yang memiliki persyaratan dan pendanaan yang tersedia untuk pesawat tempur kelas atas telah memesannya. Meskipun ada klaim daring tentang biaya tinggi F-35 dan kemampuan tempurnya yang rendah, hampir setiap negara yang telah diberi akses untuk melihat kemampuan rahasianya telah memesannya.

Pengecualian utamanya adalah Prancis dan Swedia, yang berfokus pada program jet tempur domestik mereka sendiri.

Daftar Negara yang Dilarang Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS


Mengutip laporan Simple Flying, Senin (14/7/2025), berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang negara-negara yang ditolak Amerika Serikat untuk membeli jet tempur F-35 dan alasannya.

1. Uni Emirat Arab

♦Alasan: Menggunakan teknologi China, termasuk Huawei 5G, dan Demi menjaga keunggulan militer Israel.

2. Qatar

♦Alasan: Demi menjaga keunggulan militer Israel.

3. Turki

♦Alasan: Membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, dan demi menjaga keunggulan militer Israel.

4. Mesir

♦Alasan: Demi menjaga keunggulan militer Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Ketika Raja Charles...
Ketika Raja Charles Terkagum-kagum dengan Masjid Cambridge: Saya Sangat Terkesan!
Rekomendasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved