7 Kapal Induk Terbaik di Dunia, Nomor 6 Terancam Jadi Besi Rongsokan

Selasa, 29 Juli 2025 - 19:15 WIB
loading...
A A A

6. Admiral Kuznetsov (Rusia)


Diluncurkan pada tahun 1985, Admiral Kuznetsov adalah satu-satunya kapal induk Rusia dan memiliki sejarah layanan yang penuh gejolak.

Pengembangannya berawal dari era Soviet, dan telah diganggu masalah pemeliharaan sepanjang masa pakainya.

Dengan bobot benaman 58.500 ton, Admiral Kuznetsov ditenagai turbin uap dan dilengkapi jalur ski-jump untuk meluncurkan pesawat.

Kapal ini dapat mengangkut sekitar 30 pesawat, termasuk pesawat tempur Su-33 dan helikopter Ka-52.

Peningkatan dan Inovasi: Admiral Kuznetsov telah mengalami beberapa peningkatan selama bertahun-tahun, terutama dalam hal persenjataannya.

Kapal ini dilengkapi dengan rudal antikapal P-700 Granit, menjadikannya bukan hanya kapal induk tetapi kapal perang bersenjata lengkap.

Peran Saat Ini: Saat ini sedang menjalani perbaikan besar, Admiral Kuznetsov sebagian besar tidak aktif dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah perbaikan selesai, kapal ini diharapkan untuk bergabung kembali dengan Angkatan Laut Rusia, meskipun masa depannya masih belum pasti karena masalah mekanis yang sedang berlangsung.

Terancam Jadi Besi Rongsokan: Nasib kapal induk Admiral Kuznetsov, yang berusia 40 tahun, berada di ujung tanduk setelah bertahun-tahun diperbaiki tanpa hasil, dan pekerjaan pemeliharaannya ditangguhkan.

Andrei Kostin, ketua perusahaan galangan kapal negara Rusia (USC), mengatakan kepada surat kabar Kommersant, "Tidak ada gunanya lagi memperbaiki (Admiral Kuznetsov). Kapal itu sudah berusia lebih dari 40 tahun, dan biayanya sangat mahal."

7. Liaoning (China)


Liaoning adalah kapal induk bekas Soviet yang dibeli China dari Ukraina pada tahun 1998. Setelah perbaikan ekstensif, kapal ini ditugaskan ke Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat pada tahun 2012 sebagai kapal induk pertama China.

Dengan bobot benaman 58.000 ton, Liaoning menggunakan jalur ski-jump untuk meluncurkan pesawat. Kapal ini dapat membawa sekitar 24 jet tempur J-15 dan berbagai helikopter.

Peningkatan dan Inovasi: Liaoning telah menerima peningkatan berkelanjutan sejak ditugaskan, termasuk sistem radar yang disempurnakan dan kemampuan tempur yang lebih baik.

Meskipun tidak secanggih kapal induk China yang lebih baru, kapal ini berfungsi sebagai platform pelatihan penting bagi pilot PLAN.

Peran Saat Ini: Liaoning terutama digunakan untuk tujuan pelatihan, membantu mengembangkan kemampuan penerbangan angkatan laut China.

Namun, kapal ini juga telah dikerahkan di Laut China Selatan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Tiongkok untuk menegaskan klaim teritorialnya.

Berlayar Menuju Masa Depan: Kekuatan Raksasa


Kapal induk merupakan aset penting bagi negara mana pun yang ingin melindungi hak maritimnya dan memproyeksikan kekuatan global.

Dengan 41 kapal induk aktif yang beroperasi di 13 angkatan laut di seluruh dunia, kapal-kapal ini memainkan peran penting dalam strategi angkatan laut modern.

Angkatan Laut AS memimpin dengan 11 kapal induk, sementara China dan Inggris masing-masing mengoperasikan tiga dan dua kapal induk.

Negara-negara seperti India, Prancis, Rusia, dan Italia saat ini masing-masing memiliki satu kapal induk, dengan India akan meresmikan kapal induk buatan sendiri pertamanya pada tahun 2022.

Selain itu, negara-negara seperti Jepang, Prancis, Australia, Mesir, Brasil, Korea Selatan, dan Thailand mengoperasikan total 14 kapal induk kecil yang dirancang untuk helikopter, yang semakin menunjukkan persaingan global untuk meningkatkan kemampuan angkatan laut.

Seiring kemajuan teknologi dan semakin banyak negara yang membangun atau meningkatkan armada mereka, kapal-kapal besar ini akan terus menjadi kekuatan dominan di lautan dunia, membentuk masa depan peperangan laut dan pengaruh global.

Baca juga: Houthi Mungkin Memasukkan Awak Kapal Eternity C dalam Kesepakatan Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved