7 Kapal Induk Terbaik di Dunia, Nomor 6 Terancam Jadi Besi Rongsokan

Selasa, 29 Juli 2025 - 19:15 WIB
loading...
A A A

3. Fujian (China)


Fujian (Tipe 003) China adalah kapal induk terbesar dan tercanggih dalam armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN).

Dinamai berdasarkan provinsi Fujian, kapal induk ini diluncurkan pada tahun 2022 dan merupakan lompatan signifikan bagi kemampuan angkatan laut China.

Dengan bobot sekitar 80.000 ton, Fujian adalah kapal induk pertama buatan dalam negeri China yang dilengkapi sistem peluncuran ketapel terintegrasi penuh, mirip dengan EMALS yang terdapat pada kapal kelas Ford.

Fujian ditenagai oleh turbin uap konvensional dan dapat mengangkut sekitar 40 pesawat, termasuk pesawat tempur J-15 dan pesawat peringatan dini.

Peningkatan dan Inovasi: Fujian menandai peralihan China dari sistem peluncuran ski-jump yang digunakan pada kapal induk sebelumnya ke sistem ketapel elektromagnetik, yang memungkinkan peluncuran pesawat yang lebih cepat dan efisien.

Kapal ini juga dilengkapi sistem radar yang ditingkatkan dan kemampuan penanganan pesawat yang lebih canggih, menjadikannya tambahan yang tangguh bagi kekuatan angkatan laut China.

Peran Saat Ini: Masih dalam tahap operasional awal, Fujian diharapkan menjadi elemen kunci bagi perluasan kehadiran angkatan laut China di Samudra Pasifik dan Hindia.

Seiring upaya China untuk menantang dominasi AS di kawasan ini, Fujian akan memainkan peran sentral dalam strategi proyeksi kekuatannya.

4. Shandong (China)


Diluncurkan pada tahun 2017, Shandong (Tipe 002) adalah kapal induk pertama buatan dalam negeri China.

Kapal ini didasarkan pada Liaoning rancangan Soviet dan merupakan tonggak penting dalam upaya China mengembangkan angkatan laut kelas dunia.

Dengan bobot benaman 70.000 ton, Shandong menggunakan sistem lepas landas ski-jump dan ditenagai oleh mesin konvensional.

Kapal ini dapat mengangkut sekitar 36 jet tempur J-15 dan beberapa helikopter, membuatnya lebih kecil daripada kapal-kapal Amerika, tetapi tetap memiliki kekuatan yang signifikan.

Peningkatan dan Inovasi: Meskipun tidak memiliki sistem ketapel seperti yang terdapat pada Fujian, Shandong telah diuntungkan dengan peningkatan sistem radar dan peperangan elektronik.

Kapal ini juga dilengkapi dengan kemampuan pertahanan rudal canggih, yang memberinya kemampuan untuk mempertahankan diri dari potensi ancaman.

Peran Saat Ini: Shandong terutama berfokus pada kepentingan China di Laut China Selatan dan sering dianggap sebagai simbol ambisi angkatan laut China yang semakin besar.

Kapal ini diharapkan dapat berfungsi sebagai platform untuk misi tempur dan kemanusiaan di kawasan tersebut.

5. Kelas Queen Elizabeth (Angkatan Laut Kerajaan Inggris)


Kapal induk kelas Queen Elizabeth adalah kapal terbesar yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Kerajaan.

Kapal utama, HMS Queen Elizabeth, ditugaskan pada tahun 2017, diikuti kapal saudaranya, HMS Prince of Wales, pada tahun 2019.

Dengan bobot benaman 65.000 ton, kapal induk ini memiliki desain pulau kembar yang unik, satu untuk navigasi dan yang lainnya untuk operasi penerbangan.

Kapal-kapal induk ini bertenaga konvensional dan dapat mengangkut hingga 40 pesawat, termasuk jet tempur F-35B Lightning II.

Peningkatan dan Inovasi: Kelas Ratu Elizabeth dilengkapi dengan teknologi siluman dan penghindar radar terkini.

Tidak seperti kapal induk AS, kapal-kapal ini menggunakan jalur ski-jump untuk meluncurkan pesawat.

Kapal-kapal ini juga dirancang untuk beroperasi dengan awak yang lebih sedikit, sehingga lebih efisien dalam hal tenaga kerja.

Peran Saat Ini: Kapal induk ini merupakan simbol kembalinya Britania Raya ke operasi serangan kapal induk, yang memproyeksikan kekuatan angkatan laut Britania Raya di seluruh dunia.

HMS Queen Elizabeth telah melakukan operasi di Indo-Pasifik, menandakan komitmen Inggris terhadap keamanan maritim global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Komentator Resmi Piala...
Komentator Resmi Piala Dunia 2026 Diinvestigasi usai Laga Timnas Iran vs Selandia Baru
5 Fakta Menarik Korea...
5 Fakta Menarik Korea Selatan Tumbang dari Meksiko di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved