Brutal! Perang Genosida Israel di Gaza Tewaskan Lebih dari 60.000 Orang hingga Hari Ini
Selasa, 29 Juli 2025 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Pada usia enam bulan, berat badannya seharusnya setidaknya 6 kg. Namun dia lahir dalam kondisi kelaparan di Gaza, dari seorang ibu yang mengalami malnutrisi parah selama kehamilan, hidupnya berada di ujung tanduk, dengan berat hanya 2 kg.
Dr. Mayada Jundiyeh, kepala unit neonatal di Rumah Sakit al-Rantisi, mengatakan kepada Khalili bahwa, "Tahap kerusakan selanjutnya, setelah penurunan berat badan dan ketidakseimbangan elektrolit, dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.”
"Bahkan jika suplemen nutrisi dan makanan yang tepat kemudian diperkenalkan kepada anak-anak, kondisi mereka mungkin sudah tidak dapat diperbaiki, artinya otak dan fungsi kognitif mereka sudah terpengaruh," ujar Jundiyeh.
Nenek Al-Arour, Um Ashraf al-Arour, mengatakan keluarganya telah melakukan segalanya untuk merawatnya, tetapi karena Israel telah memblokir masuknya susu formula dan makanan bayi, cucunya menjadi "sangat rapuh" dan "hanya tinggal tulang belulang".
Baca juga: Houthi Mungkin Memasukkan Awak Kapal Eternity C dalam Kesepakatan Gaza
Dr. Mayada Jundiyeh, kepala unit neonatal di Rumah Sakit al-Rantisi, mengatakan kepada Khalili bahwa, "Tahap kerusakan selanjutnya, setelah penurunan berat badan dan ketidakseimbangan elektrolit, dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.”
"Bahkan jika suplemen nutrisi dan makanan yang tepat kemudian diperkenalkan kepada anak-anak, kondisi mereka mungkin sudah tidak dapat diperbaiki, artinya otak dan fungsi kognitif mereka sudah terpengaruh," ujar Jundiyeh.
Nenek Al-Arour, Um Ashraf al-Arour, mengatakan keluarganya telah melakukan segalanya untuk merawatnya, tetapi karena Israel telah memblokir masuknya susu formula dan makanan bayi, cucunya menjadi "sangat rapuh" dan "hanya tinggal tulang belulang".
Baca juga: Houthi Mungkin Memasukkan Awak Kapal Eternity C dalam Kesepakatan Gaza
(sya)
Lihat Juga :