Brutal! Perang Genosida Israel di Gaza Tewaskan Lebih dari 60.000 Orang hingga Hari Ini

Selasa, 29 Juli 2025 - 17:45 WIB
loading...
Brutal! Perang Genosida...
Warga Palestina mencari barang-barang berharga di reruntuhan rumah mereka yang hancur setelah serangan udara Israel terhadap beberapa rumah di kamp baru di barat laut Nuseirat, Jalur Gaza tengah, pada 29 Juli 2025. Foto/Hassan Jedi/Anadolu
A A A
JALUR GAZA - Jumlah warga Palestina yang terkonfirmasi tewas dalam serangan Israel sejak dimulainya perang genosida di Gaza telah meningkat menjadi 60.034 orang. Data itu diungkap Kementerian Kesehatan di wilayah yang terkepung dan dibombardir tersebut.

Dalam pembaruan harian terbarunya pada Selasa (29/7/2025), kementerian mengatakan jenazah 113 warga Palestina, termasuk satu orang yang tewas dalam serangan sebelumnya, telah dibawa ke rumah sakit di seluruh Gaza dalam periode pelaporan 24 jam terakhir.

“Sebanyak 637 korban luka juga tercatat, sehingga jumlah keseluruhan orang yang terluka oleh pasukan Israel selama perang menjadi 145.870 orang,” papar Kementerian Kesehatan Gaza.

Sementara itu, Badan Pangan PBB mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka tidak mendapatkan volume bantuan kemanusiaan yang diperlukan ke Gaza meskipun Israel telah mengeluarkan langkah-langkah baru untuk memungkinkan lebih banyak pasokan memasuki wilayah tersebut.

"Kami belum mendapatkan otorisasi, izin untuk memindahkan volume bantuan yang kami minta," ujar Ross Smith, penasihat program regional senior di Biro Regional WFP untuk Afrika Timur dan Tengah.

Ross juga mengatakan, “Bencana yang terjadi di Gaza tidak seperti apa pun yang pernah kita saksikan di abad ini."
Dia menambahkan hal itu mengingatkan kita pada bencana kelaparan yang terjadi di Etiopia dan Biafra, Nigeria, pada abad ke-20.

Sementara itu, Ibrahim Khalili dari Al Jazeera mengunjungi Rumah Sakit al-Rantisi di Kota Gaza, tempat Judi al-Arour, bayi berusia enam bulan, berjuang untuk bertahan hidup.

Pada usia enam bulan, berat badannya seharusnya setidaknya 6 kg. Namun dia lahir dalam kondisi kelaparan di Gaza, dari seorang ibu yang mengalami malnutrisi parah selama kehamilan, hidupnya berada di ujung tanduk, dengan berat hanya 2 kg.

Dr. Mayada Jundiyeh, kepala unit neonatal di Rumah Sakit al-Rantisi, mengatakan kepada Khalili bahwa, "Tahap kerusakan selanjutnya, setelah penurunan berat badan dan ketidakseimbangan elektrolit, dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.”

"Bahkan jika suplemen nutrisi dan makanan yang tepat kemudian diperkenalkan kepada anak-anak, kondisi mereka mungkin sudah tidak dapat diperbaiki, artinya otak dan fungsi kognitif mereka sudah terpengaruh," ujar Jundiyeh.

Nenek Al-Arour, Um Ashraf al-Arour, mengatakan keluarganya telah melakukan segalanya untuk merawatnya, tetapi karena Israel telah memblokir masuknya susu formula dan makanan bayi, cucunya menjadi "sangat rapuh" dan "hanya tinggal tulang belulang".

Baca juga: Houthi Mungkin Memasukkan Awak Kapal Eternity C dalam Kesepakatan Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved