5 Alasan Jepang Tak Akui Negara Palestina, Salah Satunya Loyal pada AS

Senin, 28 Juli 2025 - 15:24 WIB
loading...
5 Alasan Jepang Tak...
Palestina memiliki kantor perwakilan di Tokyo, yang dianggap sebagai kedutaan defacto-nya. Namun, Jepang belum mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Foto/Wikipedia
A A A
JAKARTA - Jepang dikenal sebagai negara pencinta perdamaian, pendukung pembangunan global, dan pelopor diplomasi lunak. Namun di tengah gelombang solidaritas internasional terhadap Palestina, negeri sakura ini justru belum pernah secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Sikap ini membingungkan, terlebih karena Jepang secara konsisten memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, serta secara moral mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel–Palestina.

Mengapa Jepang, yang terkenal moderat dan humanis dalam urusan luar negeri, justru mengambil posisi abu-abu dalam isu kemerdekaan Palestina?

Baca Juga: 5 Negara Asia yang Tidak Mengakui Palestina sebagai Negara, Salah Satunya Tetangga

5 Alasan Jepang Tidak Akui Palestina sebagai Negara

1. Loyalitas Strategis ke Amerika Serikat


Sejak kekalahannya dalam Perang Dunia II, Jepang menjadi sekutu erat Amerika Serikat (AS), baik secara militer, ekonomi, maupun politik. Hubungan ini bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan fondasi utama dari keamanan nasional Jepang.

AS adalah pendukung utama Israel, dan secara historis menolak pengakuan terhadap Palestina sebagai negara di luar kerangka perjanjian damai langsung.

Maka, pengakuan resmi terhadap Negara Palestina dari Jepang berisiko merusak hubungan dengan Washington, sebuah langkah yang tidak ingin diambil Tokyo, terutama di tengah ketegangan regional di Asia Timur dengan China dan Korea Utara.

Fakta tak terbantahkan adalah Jepang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di Asia, dengan lebih dari 50.000 personel militer Amerika ditempatkan di sana.

2. Diplomasi Seimbang: Bantu Palestina, Tapi Rangkul Israel


Jepang memainkan peran aktif dalam pembangunan Palestina sejak tahun 1993. Bantuan Jepang untuk Palestina mencapai lebih dari USD2 miliar sejak proses perdamaian Oslo.

Program-program tersebut mencakup pembangunan sekolah, sistem sanitasi, dan dukungan untuk UNRWA (lembaga PBB yang menangani pengungsi Palestina).

Namun, Jepang juga menjaga hubungan erat dengan Israel, khususnya dalam sektor teknologi, sains, dan ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, nilai perdagangan Jepang–Israel meningkat signifikan, dan investasi teknologi dari Tokyo ke Tel Aviv terus tumbuh.

Dengan kata lain, Jepang mengambil posisi "dua kaki": membantu rakyat Palestina secara kemanusiaan, namun tidak berani menyatakan dukungan politik eksplisit terhadap kenegaraan Palestina, agar tidak merusak relasi ekonomi dan intelijen dengan Israel.

3. Sikap Hati-Hati dalam Diplomasi Timur Tengah


Jepang bukanlah negara yang dikenal agresif dalam kebijakan luar negeri. Tokyo lebih memilih pendekatan diplomatik lunak dan menolak mengambil posisi dalam konflik yang dianggap belum memiliki konsensus internasional.

Konflik Israel–Palestina sangat kompleks, dengan dinamika politik yang berubah-ubah, dan Jepang lebih memilih menunggu hasil negosiasi bilateral langsung antara Israel dan Palestina. Dengan tidak mengakui Negara Palestina lebih awal, Jepang menghindari potensi konflik diplomatik dengan negara-negara Barat dan Timur Tengah secara bersamaan.

4. Ketiadaan Hubungan Diplomatik Formal dengan Palestina


Meskipun Palestina memiliki kantor perwakilan di Tokyo, yakni Palestinian General Mission, Jepang tidak memiliki kedutaan besar di Ramallah atau pun Gaza, dan tidak menempatkan duta besar secara khusus untuk urusan Palestina.

Ini menandakan bahwa secara teknis, Jepang belum menjalin hubungan kenegaraan penuh dengan Palestina, tidak seperti hubungannya dengan Israel yang sudah dibuka sejak tahun 1952.

Faktanya, Jepang termasuk dalam kelompok negara yang memberikan dukungan administratif dan bantuan tanpa status pengakuan kenegaraan Palestina.

5. Enggan Menghadapi Isu Politik Agama


Isu Palestina bukan hanya soal geopolitik, tetapi juga sarat muatan agama. Jepang, sebagai negara dengan tradisi sekuler yang kuat, berusaha menjauh dari politik yang menyangkut konflik agama.

Menyatakan dukungan terhadap Palestina secara eksplisit dapat dianggap berpihak pada satu blok agama, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip non-intervensi Jepang dalam konflik ideologis dan agama.

Meskipun hingga kini belum mengakui Palestina sebagai negara, Jepang tetap mendukung solusi dua negara berdasarkan resolusi PBB dan mendorong Israel agar menghentikan perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat.

Dalam beberapa kesempatan, seperti saat agresi militer Israel ke Gaza, pemerintah Jepang menyuarakan keprihatinan mendalam dan menyerukan gencatan senjata. Namun, langkah-langkah ini masih bersifat simbolis, belum sampai pada pengakuan kenegaraan formal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Lesti Kejora Dukung...
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Perselingkuhan
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Berita Terkini
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved