Siapa Shi Yongxin? Kepala Kuil Shaolin yang Diselidiki dalam Skandal Seks dan Penggelapan Uang

Selasa, 29 Juli 2025 - 03:30 WIB
loading...
A A A
"Promosi budaya adalah upaya yang sangat bermartabat," ujarnya.

5. Pernah Dituding Diusir dari Kuil Shaolin

Belakangan tahun itu, seorang yang menyebut dirinya orang dalam Shaolin mengunggah serangkaian tuduhan yang menghebohkan di media sosial China, menggambarkan Shi sebagai seorang penggelap uang dan tukang selingkuh dengan anak-anak haram.

Kembali ke akhir tahun 1980-an, konon menunjukkan Shi diusir dari Shaolin setelah pencurian dan tuduhan lain dari gurunya sendiri. Di antara dokumen yang diunggah daring terdapat akta kelahiran salah satu anak haram kepala biara, serta foto-foto ibu dan anak yang diduga.

Tuduhan tersebut memicu bantahan keras dari Kuil Shaolin dan penyelidikan dari otoritas urusan agama negara. Ketika ditanya oleh BBC Chinese saat itu tentang tuduhan tersebut, Shi berkata: "Jika memang ada masalah, itu pasti sudah muncul sejak lama."

Pihak berwenang menghentikan kasus tersebut pada tahun 2017, dengan alasan tidak cukup bukti. Tiga tahun kemudian, Shi terpilih kembali sebagai wakil ketua Asosiasi Buddha China – badan pengawas negara untuk agama tersebut – sebuah posisi yang telah dipegangnya sejak tahun 2002, menurut media pemerintah.

6. Sertifikasi Penahbisan Dicabut

Pada hari Senin, Asosiasi Buddha China menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Shi telah dicabut sertifikat penahbisannya – sebuah bukti resmi kualifikasi seorang biksu atau biksuni untuk memasuki kehidupan monastik.

"Tindakan Shi Yongxin sangat keji, sangat mencoreng reputasi komunitas Buddha dan merusak citra para biksu," kata asosiasi tersebut.

"Asosiasi Buddha China dengan tegas mendukung dan menyetujui keputusan untuk menangani kasus Shi Yongxin sesuai dengan hukum."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved