Perang Kamboja dan Thailand Picu Kekhawatiran Global
Minggu, 27 Juli 2025 - 14:43 WIB
loading...
Perang Thailand dan Kamboja memicu kekhawatiran global. Foto/X/@supasin249
A
A
A
BANGKOK - Amerika Serikat, China, dan Jepang menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak de-eskalasi menyusul bentrokan baru antara Thailand dan Kamboja. Sementara Prancis juga turut menyerukan penghentian segera permusuhan dan resolusi damai.
Ketegangan yang meningkat pada hari Kamis telah mendorong seruan untuk menahan diri dan berdialog dari komunitas internasional.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok mengeluarkan pernyataan pada hari yang sama yang menyampaikan keprihatinan mendalam AS mengenai eskalasi pertempuran dan kekhawatiran atas korban jiwa warga sipil tak berdosa.
"Amerika Serikat sangat prihatin dengan laporan tentang meningkatnya pertempuran di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja. Kami khususnya prihatin dengan laporan tentang korban jiwa warga sipil tak berdosa. Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami atas hilangnya nyawa. Kami sangat mendesak penghentian segera serangan, perlindungan warga sipil, dan penyelesaian sengketa secara damai," bunyi pernyataan tersebut, dilansir Bangkok Post.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, juga membahas bentrokan Thailand-Kamboja pada hari Kamis dalam sesi tanya jawab, bagian dari konferensi pers rutin.
Guo mengatakan bahwa pemerintah China sangat prihatin dan mendesak kedua negara untuk menyelesaikan konflik melalui negosiasi. Ia menekankan komitmen China untuk tetap netral dan adil sekaligus mendorong dialog untuk meredakan ketegangan.
Baca Juga: Kamboja Sangkal Tembakkan Rudal Jarak Jauh China ke Thailand
"Thailand dan Kamboja adalah sahabat China, dan keduanya merupakan anggota penting ASEAN," ujar Guo.
Menjadi negara tetangga yang baik dan mengelola perbedaan dengan tepat akan menghasilkan manfaat mendasar dan jangka panjang bagi kedua negara. China sangat prihatin dengan situasi yang sedang berlangsung dan berharap kedua negara dapat menyelesaikan konflik secara tepat melalui negosiasi dan diskusi yang didasarkan pada manfaat bersama dan kebutuhan bersama setiap anggota kawasan. China akan tetap netral dan adil serta akan terus mendorong negosiasi, dan memainkan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan.
Situs web Kementerian Luar Negeri Jepang juga menerbitkan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iwaya Takeshion pada hari Kamis, yang menyatakan keprihatinan mendalam Jepang atas situasi tersebut.
Pemerintah Jepang menyatakan keprihatinan yang mendalam atas bentrokan militer yang terjadi antara Kamboja dan Thailand pada 24 Juli.
Setelah bentrokan militer pada 28 Mei, ketegangan terus berlanjut antara kedua negara, termasuk pembatasan pergerakan orang dan barang melintasi perbatasan. Jepang telah berupaya mendorong kedua negara untuk meredakan situasi. Hubungan yang baik antara Kamboja dan Thailand sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan.
"Jepang mendesak Kamboja dan Thailand untuk menahan diri semaksimal mungkin dan sangat berharap ketegangan antara kedua negara akan mereda secara damai melalui dialog," ujar Bapak Takeshion.
Menambah keresahan internasional, Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis pada hari Jumat mengeluarkan pernyataan yang menyatakan keprihatinan mendalam atas bentrokan baru-baru ini.
"Prancis ingin menyampaikan keprihatinan mendalam atas bentrokan baru-baru ini antara Kamboja dan Thailand pada 24 Juli 2025, yang mengakibatkan banyak korban jiwa, dan ingin menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga korban," demikian bunyi pernyataan tersebut.
"Prancis ingin mendesak Kamboja dan Thailand untuk segera menghentikan bentrokan dan menyelesaikan sengketa melalui hukum internasional.
"Sementara itu, Prancis ingin mengimbau warga negara Prancis untuk tidak bepergian ke wilayah perbatasan tersebut. Bagi mereka yang tinggal di area tersebut, harap segera meninggalkan area tersebut.
Ketegangan yang meningkat pada hari Kamis telah mendorong seruan untuk menahan diri dan berdialog dari komunitas internasional.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok mengeluarkan pernyataan pada hari yang sama yang menyampaikan keprihatinan mendalam AS mengenai eskalasi pertempuran dan kekhawatiran atas korban jiwa warga sipil tak berdosa.
"Amerika Serikat sangat prihatin dengan laporan tentang meningkatnya pertempuran di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja. Kami khususnya prihatin dengan laporan tentang korban jiwa warga sipil tak berdosa. Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami atas hilangnya nyawa. Kami sangat mendesak penghentian segera serangan, perlindungan warga sipil, dan penyelesaian sengketa secara damai," bunyi pernyataan tersebut, dilansir Bangkok Post.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, juga membahas bentrokan Thailand-Kamboja pada hari Kamis dalam sesi tanya jawab, bagian dari konferensi pers rutin.
Guo mengatakan bahwa pemerintah China sangat prihatin dan mendesak kedua negara untuk menyelesaikan konflik melalui negosiasi. Ia menekankan komitmen China untuk tetap netral dan adil sekaligus mendorong dialog untuk meredakan ketegangan.
Baca Juga: Kamboja Sangkal Tembakkan Rudal Jarak Jauh China ke Thailand
"Thailand dan Kamboja adalah sahabat China, dan keduanya merupakan anggota penting ASEAN," ujar Guo.
Menjadi negara tetangga yang baik dan mengelola perbedaan dengan tepat akan menghasilkan manfaat mendasar dan jangka panjang bagi kedua negara. China sangat prihatin dengan situasi yang sedang berlangsung dan berharap kedua negara dapat menyelesaikan konflik secara tepat melalui negosiasi dan diskusi yang didasarkan pada manfaat bersama dan kebutuhan bersama setiap anggota kawasan. China akan tetap netral dan adil serta akan terus mendorong negosiasi, dan memainkan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan.
Situs web Kementerian Luar Negeri Jepang juga menerbitkan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iwaya Takeshion pada hari Kamis, yang menyatakan keprihatinan mendalam Jepang atas situasi tersebut.
Pemerintah Jepang menyatakan keprihatinan yang mendalam atas bentrokan militer yang terjadi antara Kamboja dan Thailand pada 24 Juli.
Setelah bentrokan militer pada 28 Mei, ketegangan terus berlanjut antara kedua negara, termasuk pembatasan pergerakan orang dan barang melintasi perbatasan. Jepang telah berupaya mendorong kedua negara untuk meredakan situasi. Hubungan yang baik antara Kamboja dan Thailand sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan.
"Jepang mendesak Kamboja dan Thailand untuk menahan diri semaksimal mungkin dan sangat berharap ketegangan antara kedua negara akan mereda secara damai melalui dialog," ujar Bapak Takeshion.
Menambah keresahan internasional, Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis pada hari Jumat mengeluarkan pernyataan yang menyatakan keprihatinan mendalam atas bentrokan baru-baru ini.
"Prancis ingin menyampaikan keprihatinan mendalam atas bentrokan baru-baru ini antara Kamboja dan Thailand pada 24 Juli 2025, yang mengakibatkan banyak korban jiwa, dan ingin menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga korban," demikian bunyi pernyataan tersebut.
"Prancis ingin mendesak Kamboja dan Thailand untuk segera menghentikan bentrokan dan menyelesaikan sengketa melalui hukum internasional.
"Sementara itu, Prancis ingin mengimbau warga negara Prancis untuk tidak bepergian ke wilayah perbatasan tersebut. Bagi mereka yang tinggal di area tersebut, harap segera meninggalkan area tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :