Viral, Massa Serang Kantor Polisi Mesir karena Marah atas Tragedi Kelaparan di Gaza

Minggu, 27 Juli 2025 - 11:12 WIB
loading...
A A A
Pernyataan yang dikaitkan dengan Ahmed Abdel Wahab dan Mohsen Mustafa tersebut menolak afiliasi politik apa pun, dan menggambarkan diri mereka sebagai "pewaris Umar bin al-Khattab dan Amr bin al-Aas" yang berupaya membangkitkan kembali semangat kebangsaan Mesir. Tokoh-tokoh yang dimaksud merujuk pada para pemimpin militer dan politik Islam terdahulu yang melambangkan kekuatan, keadilan, dan kebangkitan nasional.

Pesan mereka jelas: akhiri genosida di Gaza dan hentikan penindasan terhadap rakyat Mesir. Menyampaikan pesan kepada rakyat Mesir, mereka mengecam "pukulan telak" yang menimpa bangsa tersebut dan bersumpah untuk membangkitkannya dari "kematiannya".

Media sosial dipenuhi dengan reaksi yang terpolarisasi. Beberapa meragukan keaslian video tersebut, sementara yang lain menganggapnya sebagai seruan yang tulus.

Para kritikus menyalahkan represi tanpa henti dan langkah-langkah keamanan ketat rezim Mesir yang mendorong orang-orang ke ekstrem tersebut. Sementara itu, yang senada dengan narasi pemerintah, menuduh Ikhwanul Muslimin dan aktor-aktor regional mendalangi rencana untuk mengacaukan Mesir dengan video palsu dan misinformasi.

Pada Sabtu pagi, juru bicara kepresidenan Mesir mengunggah pernyataan singkat tentang pertemuan antara Sisi dan Menteri Dalam Negeri Mahmoud Tawfiq, tanpa merinci agendanya.

Media pro-rezim menyatakan bahwa pertemuan tersebut membahas perkembangan keamanan dan perombakan pejabat Kementerian Dalam Negeri yang akan datang, meskipun masih belum jelas apakah Sisi membahas insiden Ma'asara atau mempertimbangkan untuk memecat Tawfiq.

Insiden Ma'asara bukanlah tindakan yang terisolasi. Peristiwa ini menyusul gelombang protes minggu sebelumnya di luar kedutaan besar Mesir di ibu kota Eropa, yang dipicu oleh aktivis Anas Habib di Belanda, yang secara simbolis mengunci gerbang kedutaan untuk memprotes penutupan penyeberangan Rafah.

Aksi-aksi ini menyebar ke kota-kota lain, memperkuat pesan bahwa rakyat Mesir, baik di dalam maupun luar negeri, menolak apa yang mereka anggap sebagai keterlibatan dalam penderitaan Gaza. Operasi Ma'asara membangun momentum ini, menunjukkan bahwa kemarahan diwujudkan dalam tindakan berani.

Penyerbuan Ma'asara, ditambah dengan protes di kedutaan, menandakan meningkatnya tekanan terhadap rezim Mesir yang sudah bergulat dengan krisis ekonomi dan sosial.

Tindakan-tindakan ini dapat mendorong kekuatan oposisi untuk lebih terorganisir, terutama di tengah meningkatnya represi. Ketergantungan Sisi pada kekuatan brutal dapat menjadi bumerang jika tuntutan publik untuk Gaza dan reformasi domestik diabaikan. Kerusuhan saat ini menggemakan semangat Revolusi 25 Januari, mengisyaratkan potensi titik balik di mana rakyat Mesir merebut kembali suara mereka.

Pada akhirnya, insiden Ma'asara merupakan seruan lantang menentang ketidakadilan, baik di Gaza maupun di Mesir. Rezim menghadapi ujian kritis: dengarkan suara-suara ini atau hadapi risiko eskalasi yang dapat membentuk ulang lanskap politik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Menteri Singapura Mendadak...
Menteri Singapura Mendadak Mundur usai Kontroversi Pesan Pribadi dengan Seorang Perempuan
Rekomendasi
Tamara Tyasmara Mimpi...
Tamara Tyasmara Mimpi Didatangi Dante, Lalu Temukan Fakta Ini
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
Solusi Tagihan dan Konsumsi...
Solusi Tagihan dan Konsumsi Token Listrik Makin Berasa, Ini Cara Cepat Lebih Hemat dari ShopeePay
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
Indonesia Marah, Israel...
Indonesia Marah, Israel Serang 2 TNI Personel UNIFIL di Lebanon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved