Viral, Massa Serang Kantor Polisi Mesir karena Marah atas Tragedi Kelaparan di Gaza

Minggu, 27 Juli 2025 - 11:12 WIB
loading...
Viral, Massa Serang...
Massa pemuda Mesir serang kantor polisi. Mereka marah atas tragedi kelaparan massal di Gaza akibat blokade Israel dan anggap pemerintah Mesir ikut andil dalam menciptakan tragedi. Foto/X @MiddleEastEye
A A A
KAIRO - Sebuah video viral memperlihatkan massa pemuda Mesir melancarkan serangan yang berani terhadap kantor polisi. Mereka marah atas tragedi kelaparan massal di Gaza akibat blokade Israel dan menganggap pemerintah Mesir ikut andil dalam menciptakan tragedi tersebut.

Menyebut diri mereka "Iron 17", massa menyerbu markas Keamanan Negara—nama untuk kantor polisi—Ma'asara di Helwan pada Jumat malam, 25 Juli 2025. Mereka menahan beberapa personel keamanan selama berjam-jam dalam aksi yang belum pernah terjadi sebelumnya—yang pertama kali terjadi sejak Abdel Fattah al-Sisi naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2013 sebagai presiden.

Lebih dari sekadar serangan terhadap gedung pemerintahan, penyerangan yang terekam dalam video viral tersebut mengungkap kemarahan publik yang semakin memuncak yang dapat mengancam cengkeraman kekuasaan Sisi.

Baca Juga: Jumlah Warga Palestina yang Tewas Kelaparan di Gaza Bertambah Jadi 122 Orang

Sebagian besar kemarahan ini bermula dari peran Mesir dalam tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza dan penutupan penyeberangan Rafah.

Sejak Israel merebut sisi Palestina dari penyeberangan Rafah pada Mei 2024, krisis kemanusiaan Gaza semakin memburuk, dengan puluhan orang, terutama anak-anak, meninggal karena kelaparan menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Rezim Mesir, yang menyangkal bertanggung jawab atas penutupan penyeberangan tersebut, menghadapi tuduhan gagal menekan agar penyeberangan dibuka kembali. Sikap ini telah memicu kemarahan publik, dengan banyak yang melihatnya sebagai bentuk penyerahan diri terhadap tekanan Israel dan Amerika Serikat dengan mengorbankan perjuangan Palestina.

Menambah panasnya situasi, Gubernur Sinai Utara Khaled Megawer, dalam wawancara hari Jumat dengan jurnalis pro-rezim Mustafa Bakri, mengakui bahwa Mesir tidak dapat membuka kembali penyeberangan Rafah secara paksa karena adanya penolakan dari AS, sebuah pernyataan yang dipandang para kritikus sebagai pengakuan implisit atas peran Kairo dalam penutupan penyeberangan tersebut.

Melalui kanal Telegram "Nation's Flood", yang memiliki hampir 50.000 pelanggan, muncul rekaman yang menunjukkan para pemuda di dalam kantor Keamanan Negara Ma'asara, menyandera para petugas selama berjam-jam.

Video-video tersebut, yang telah ditonton jutaan kali, menunjukkan kelompok tersebut mengecam penutupan perlintasan Rafah, jalur kehidupan bagi penduduk Gaza yang terkepung, dan penangkapan para aktivis yang mengumpulkan bantuan untuk wilayah kantong tersebut.

Dalam sebuah percakapan yang menegangkan, seorang petugas yang disandera menanggapi tuntutan untuk membuka kembali penyeberangan Rafah dengan satu kata: "Mustahil."

Menurut laporan Middle East Eye, Minggu (27/7/2025), klip-klip tersebut bukan sekadar dokumentasi; tapi muncul sebagai bukti bagi orang-orang yang muak dengan rezim Mesir yang mereka tuduh terlibat dalam penderitaan Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Berita Terkini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Infografis
Ibtihal Aboussad Dipecat...
Ibtihal Aboussad Dipecat Microsoft karena Menentang Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved