Perang Perbatasan Thailand-Kamboja Memasuki Hari Ketiga

Sabtu, 26 Juli 2025 - 13:45 WIB
loading...
Perang Perbatasan Thailand-Kamboja...
Angkatan Laut Kerajaan Thailand sedang melancarkan operasi untuk mengusir pasukan Kamboja yang memasuki wilayah Thailand pada Sabtu dini hari (26/7/2025). Foto/Facebook Kapal Perang Angkatan Laut Thailand
A A A
BANGKOK - Perang perbatasan Thailand-Kamboja telah memasuki hari ketiga. Pertempuran baru meletus di Ban Chamrak, distrik Muang, Sabtu dini hari (26/7/2025).

Menurut Satuan Tugas Marinir Trat, pasukan Kamboja memasuki tiga lokasi di wilayah Thailand pada pukul 05.10. Angkatan Laut Kerajaan Thailand merespons dengan cepat dan memukul mundur posisi Kamboja pada pukul 05.40.

Setelah bentrokan laut tersebut, Area Angkatan Laut Pertama di bawah Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi-Trat mengerahkan empat kapal patroli untuk mendukung Operasi Trat Pikhat Phairee 1 di Ko Kut dan Ban Hat Lek, Khlong Yai.

Pasukan tersebut terdiri dari kapal perang serang cepat dan kapal patroli, yang mampu memberikan dukungan tembakan dalam waktu satu menit jika diperlukan.

Penduduk di dekat Gunung Banthat, yang berbatasan dengan Kamboja di sebelah timur, melaporkan mendengar tembakan artileri sejak pukul 05.00.

Seorang biksu dari kuil Rai Pa di tambon Noen Sai berbagi di Facebook bahwa ia melihat cahaya api melayang di atas pegunungan. "Kami sedang melarikan diri, tetapi melihat tentara Thailand menuju ke sana," ujarnya.

Pada hari Jumat, Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi dan Trat memperpanjang darurat militer di provinsi Trat dan Chanthaburi.

Gubernur Trat, Natthaphong Sanguanjit, mengatakan evakuasi diperintahkan bagi penduduk di dekat distrik perbatasan Muang, distrik Bo Rai, dan distrik Khlong Yai.

Para pengungsi, termasuk lansia, anak-anak, pasien yang terbaring di tempat tidur, dan pasien rumah sakit, dipindahkan ke 10 tempat penampungan yang telah ditentukan di zona aman.

“Di antara mereka yang direlokasi dari tambon Laem Klat terdapat pekerja migran Kamboja, yang ponselnya disita demi alasan keamanan,” ungkap Wali Kota Kittipong Yula-or, yang mengawasi satu tempat penampungan.

Pertemuan darurat pada hari Jumat mengidentifikasi Ban Chamrak sebagai wilayah kunci tempat pasukan Kamboja dilaporkan bergerak maju.

Khlong Yai, 11 kilometer dari Koh Kong, Kamboja, juga tercatat sebagai lokasi di mana pasukan telah menempatkan posisi.

Thailand telah mengumumkan jumlah korban tewas di pihaknya mencapai 19 orang, termasuk enam tentara sejak pertempuran meletus pada hari Kamis, dengan lebih dari 60 orang terluka. Kamboja telah melaporkan 13 kematian.

Di distrik Kanthralak, provinsi Si Sa Ket, di perbatasan dekat lokasi bentrokan, pekerja hotel Chianuwat Thalalai mengatakan kota itu telah kosong.

"Hampir semua orang telah pergi, kota ini hampir seperti kota yang sepi," ujar pria berusia 31 tahun itu kepada Reuters. "Hotel saya masih buka untuk beberapa orang yang tinggal di dekat perbatasan dan membutuhkan tempat menginap."

Duta Besar Thailand untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Cherdchai Chaivaivid, mengatakan dalam pertemuan Dewan Keamanan pada hari Jumat bahwa tentara telah terluka oleh ranjau darat yang baru ditanam di wilayah Thailand pada dua kesempatan sejak pertengahan Juli – klaim yang dibantah keras oleh Kamboja – dan mengatakan Kamboja kemudian melancarkan serangan pada Kamis pagi.

"Thailand mendesak Kamboja untuk segera menghentikan semua permusuhan dan tindakan agresi, dan melanjutkan dialog dengan itikad baik," ujar Cherdchai kepada dewan dalam pernyataan yang dirilis ke media.

Baca juga: Korban Tewas Perang Thailand-Kamboja Mencapai 32 Orang, Lebih dari 130 Terluka
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
Koma Tak Kunjung Sadar,...
Koma Tak Kunjung Sadar, Kondisi Putri Raja Thailand Kini Memburuk
Keamanan Jadi Prioritas,...
Keamanan Jadi Prioritas, Thailand Pangkas Masa Tinggal Bebas Visa bagi Turis
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Murka! Iran: Kami Berhak...
Murka! Iran: Kami Berhak Balas Serangan AS
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved