'Saya Sangat Khawatir Perang Thailand-Kamboja Menjadi seperti Gaza'

Jum'at, 25 Juli 2025 - 07:21 WIB
loading...
A A A
“Tiba-tiba saya mendengar suara keras,” ujarnya kepada AP. “Anak saya memberi tahu saya bahwa itu mungkin guntur dan saya berpikir, ‘Apakah itu guntur atau keras, lebih seperti suara tembakan?’ Saat itu saya sangat takut," paparnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, mengatakan: "Pemerintah siap untuk mengintensifkan langkah-langkah pertahanan diri kami jika Kamboja terus melakukan agresi bersenjata dan pelanggaran terhadap kedaulatan Thailand.”

Di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh, juru bicara Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal Maly Socheata, mengatakan negaranya mengerahkan pasukan bersenjata karena tidak punya pilihan selain mempertahankan wilayahnya dari ancaman Thailand.

"Serangan Kamboja difokuskan pada lokasi militer, bukan pada lokasi lain," katanya.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menulis surat kepada Dewan Keamanan PBB untuk meminta pertemuan darurat untuk menghentikan agresi Thailand. Dewan tersebut menjadwalkan pertemuan darurat tertutup pada pukul 15.00 di New York pada hari Jumat.

Thailand juga menutup semua perlintasan perbatasan darat sambil mendesak warganya untuk meninggalkan Kamboja. Para pejabat mengatakan ketujuh maskapai penerbangan Thailand menyatakan kesediaan untuk membantu memulangkan warga negara Thailand yang ingin pulang dari Kamboja.

Ribut Masalah Perbatasan


Kedua negara tetangga di Asia Tenggara ini telah lama berselisih mengenai perbatasan, yang secara berkala berkobar di sepanjang perbatasan mereka yang membentang sepanjang 800 kilometer (500 mil) dan biasanya berujung pada konfrontasi singkat, jarang sekali melibatkan penggunaan senjata. Pertempuran besar terakhir terkait masalah ini terjadi pada tahun 2011, yang menewaskan 20 orang.

Namun, hubungan memburuk tajam sejak konfrontasi pada bulan Mei menewaskan seorang tentara Kamboja. Bentrokan pada hari Kamis tersebut intensitasnya luar biasa besar.

Bentrokan pertama pada Kamis pagi terjadi di dekat kuil Ta Muen Thom di sepanjang perbatasan Provinsi Surin, Thailand, dan Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja. Bentrokan ini mendorong penduduk desa untuk berlindung di bunker beton.

Militer Thailand dan Kamboja masing-masing menyatakan bahwa pihak lawan mengerahkan drone sebelum maju ke posisi lawan dan melepaskan tembakan. Kedua belah pihak kemudian menggunakan persenjataan yang lebih berat seperti artileri, yang menyebabkan kerusakan dan korban yang lebih besar.

Thailand menyatakan bahwa mereka merespons dengan serangan udara terhadap roket yang dipasang di truk yang diluncurkan oleh Kamboja.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
1.525 Tentara Lapis...
1.525 Tentara Lapis Baja Israel Tuntut Diakhirinya Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved