'Saya Sangat Khawatir Perang Thailand-Kamboja Menjadi seperti Gaza'

Jum'at, 25 Juli 2025 - 07:21 WIB
loading...
A A A
Pertempuran yang terjadi di setidaknya enam wilayah pecah sejak Kamis, menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri.

Itu terjadi sehari setelah ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan melukai lima tentara Thailand dan menyebabkan Bangkok menarik duta besarnya dari Kamboja serta mengusir utusan Kamboja untuk Thailand.

Pada hari Jumat, pejabat tinggi Kamboja di provinsi Oddar Meanchey, Jenderal Khov Ly, mengatakan pertempuran kembali terjadi dini hari di dekat kuil kuno Ta Muen Thom. Jurnalis Associated Press di dekat perbatasan melaporkan telah mendengar suara tembakan artileri sejak dini hari.

Pejabat itu juga mengatakan bahwa setidaknya empat warga sipil terluka dalam pertempuran hari Kamis di sana dan lebih dari 4.000 orang telah mengungsi dari desa-desa mereka di sepanjang perbatasan ke pusat-pusat evakuasi. Ini adalah laporan pertama tentang korban jiwa dari pihak Kamboja.

Eskalasi ini merupakan contoh langka konflik militer antara negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), meskipun Thailand sebelumnya pernah berselisih dengan Kamboja di perbatasan dan telah terlibat dalam pertempuran sporadis dengan negara tetangga di barat, Myanmar.

"Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin dan menyelesaikan masalah apa pun melalui dialog," kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq.

Thailand dan Kamboja Saling Menyalahkan


Thailand dan Kamboja saling menyalahkan atas pertempuran tersebut, menuduh bahwa warga sipil menjadi sasaran.

Di Bangkok, Kementerian Kesehatan Masyarakat mengatakan seorang tentara Thailand dan 13 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas sementara 14 tentara dan 32 warga sipil lainnya terluka.

Menteri Kesehatan Masyarakat Somsak Thepsuthin mengutuk apa yang disebutnya sebagai serangan terhadap warga sipil dan sebuah rumah sakit sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.

"Kami mendesak pemerintah Kamboja untuk segera menghentikan tindakan kejahatan perang ini, dan kembali menghormati prinsip-prinsip koeksistensi damai," ujarnya.

Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai mengatakan pertempuran tersebut memengaruhi empat provinsi. Kementerian Dalam Negeri diperintahkan untuk mengevakuasi penduduk setidaknya 50 kilometer (30 mil) dari perbatasan.

Di Kamboja, ratusan penduduk desa pindah dari rumah mereka di dekat perbatasan ke sekitar 30 kilometer (18 mil) lebih dalam di Provinsi Oddar Meanchey. Banyak yang melakukan perjalanan bersama seluruh keluarga dan sebagian besar harta benda mereka dengan traktor rakitan, sebelum menetap di tempat tidur gantung dan tempat penampungan sementara.

Dari perkemahan dekat kota Samrong, seorang ibu empat anak berusia 45 tahun, Tep Savouen, mengatakan semuanya bermula sekitar pukul 08.00 pagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Tiga Alasan Netanyahu...
Tiga Alasan Netanyahu Tak Berani Melanjutkan Perang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved