Kapal Induk Inggris Muncul di Negara Tetangga Indonesia, Ada Apa?

Kamis, 24 Juli 2025 - 10:42 WIB
loading...
Kapal Induk Inggris...
Kapal induk HMS Prince of Wales Angkatan Laut Kerajaan Inggris muncul di Darwin, Australia. Foto/Kementerian Pertahanan Kerajaan Inggris
A A A
CANBERRA - Kapal induk HMS Prince of Wales milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris telah muncul di Darwin, Australia, sejak hari Rabu. Kapal ini, yang membawa ribuan tentara, memimpin Kelompok Serang Kapal Induk Inggris (UKCSG) di Indo-Pasifik.

Kapal kelas Queen Elizabeth ini telah memimpin UKCSG sebagai bagian dari Operasi Highmast, pengerahan pasukan Indo-Pasifik selama delapan bulan yang melibatkan 4.500 personel Inggris.

Kapal induk ini juga mempelopori keterlibatan Inggris dalam Latihan Talisman Sabre 2025, latihan militer terbesar Australia, yang melibatkan 35.000 personel dari 19 negara di bidang udara, darat, laut, siber, dan antariksa.

Baca Juga: Buang Admiral Kuznetsov, Rusia Terancam Jadi Negara Adidaya Tanpa Kapal Induk

HMS Prince of Wales menjadi kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris pertama yang mengunjungi negara tetangga Indonesia dalam satu generasi. Sejak HMS Illustrious tiba di Fremantle dalam penugasan Ocean Wave pada tahun 1997, bendera White Ensign dan Union Jack belum pernah dikibarkan di dek penerbangan kapal perang Inggris di pangkalan Angkatan Laut Australia.

"Setelah berlabuh, awak kapal disuguhi upacara tradisional ‘Selamat Datang di Negara’ di dermaga oleh penduduk asli Larrakia sebagai pemilik tanah bersejarah dan penjaga wilayah Darwin," kata Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang dilansir portsmouth.co.uk, Kamis (24/7/2025).

Dalam operasi baru-baru ini di lepas pantai Australia utara, HMS Prince of Wales bekerja sama dengan gugus tugas kapal induk USS George Washington dalam unjuk kekuatan Angkatan Laut Sekutu. Kapal induk ini juga telah menjadi tuan rumah bagi pesawat tempur MV-22 Osprey Korps Marinir AS, menjelang integrasi lebih lanjut Korps Marinir AS di kemudian hari dalam pengerahan tersebut, termasuk operasi jet tempur siluman F-35B.

Latihan Talisman Sabre 2025 berlanjut hingga Agustus, dengan pasukan Inggris berlatih bersama mitra-mitra di Australia dan Papua Nugini. Gugus tugas ini diperkirakan akan melanjutkan operasi ke arah timur melintasi Pasifik, dengan pemberhentian dan latihan lebih lanjut yang direncanakan di seluruh wilayah.

Kementerian Pertahanan Inggris menggambarkan Operasi Highmast sebagai demonstrasi tekad kolektif, pencegahan, dan kemampuan industri Inggris. Dari 4.500 personel Inggris yang terlibat, 2.500 adalah Angkatan Laut Kerajaan dan Marinir Kerajaan, bergabung dengan 900 personel Angkatan Darat Inggris dan 600 dari Angkatan Udara Kerajaan.

Berbicara tentang latihan bersama Australia baru-baru ini, komandan UKCSG Komodor James Blackmore mengatakan: “Ini adalah demonstrasi nyata kemampuan tempur Inggris dan mitra kami."

"Sebagai Kelompok Serang Kapal Induk multinasional pertama yang dipimpin Inggris untuk Talisman Sabre, ini merupakan demonstrasi kuat komitmen kami terhadap kawasan Indo-Pasifik. Latihan Talisman Sabre juga merupakan kesempatan bagi Inggris untuk mengembangkan tingkat integrasi baru antara sistem dan kapabilitas dengan Amerika Serikat, Australia, dan mitra lainnya, yang akan meningkatkan interoperabilitas kami lebih jauh dan ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved