Buang Admiral Kuznetsov Terkutuk, Rusia Terancam Jadi Negara Adidaya Tanpa Kapal Induk

Minggu, 13 Juli 2025 - 12:22 WIB
loading...
Buang Admiral Kuznetsov...
Satu-satunya kapal induk milik Rusia, Admiral Kuznetsov, dilaporkan akan dibuang karena bobrok bertahun-tahun. Ini membuat Rusia terancam menjadi negara adidaya tanpa kapal induk. Foto/Wikipedia
A A A
MOSKOW - Satu-satunya kapal induk milik Rusia, Admiral Kuznetsov yang berasal dari era Soviet, kini berada di ambang untuk ditinggalkan. Dengan begitu, Angkatan Laut Rusia secara resmi akan menjadi negara adidaya militer tanpa kapal induk.

Admiral Kuznetsov telah menjalani perombakan sejak tahun 2018. Laporan-laporan sebelumnya dari media Rusia menyebutkan bahwa kapal induk ini akan dilengkapi dengan berbagai sistem pertahanan udara, pembaruan mesin penggerak, perbaikan peluncur (catapult), dan senjata canggih agar siap tempur.

Namun, surat kabar Rusia; Izvestia, melaporkan pada 11 Juli bahwa Kementerian Pertahanan Rusia (RuMoD) kemungkinan akan membatalkan proyek modernisasi kapal induk Admiral Kuznetsov. Mengutip sumber anonim yang dianggap terpercaya, laporan tersebut menyebut bahwa program perbaikan dan modernisasi kini berada dalam keadaan tertunda.

Baca Juga: Perang Iran-Israel Memanas, AS Kerahkan Kapal Induk Nuklir Kedua ke Timur Tengah

Komandan Angkatan Laut Rusia dan United Shipbuilding Corporation dijadwalkan segera mengambil keputusan akhir terkait nasib kapal induk yang dijuluki “kapal terkutuk” tersebut.

Beberapa pejabat senior Angkatan Laut Rusia dilaporkan mendukung keputusan untuk menonaktifkan kapal induk satu-satunya milik Rusia itu.

Mantan Panglima Armada Pasifik Rusia, Laksamana Sergei Avakyants, yang dikutip dalam laporan tersebut, mengatakan bahwa Angkatan Laut Rusia tidak memerlukan kapal induk dalam bentuk klasik.

Dengan alasan bahwa kapal induk hanyalah platform berat yang dapat dihancurkan dalam hitungan menit oleh senjata modern, dia menyebut kapal induk sebagai senjata laut yang mahal dan tidak efisien.

Laksamana Avakyants menambahkan bahwa sistem robotik dan kapal induk nirawak, bukan kapal induk klasik, adalah masa depan.

"Masa depan adalah milik sistem robotik dan kapal induk nirawak. Jika keputusan dibuat untuk menghentikan perbaikan, maka satu-satunya hal yang tersisa adalah memotong Admiral Kuznetsov menjadi besi tua dan membuangnya," ujarnya, yang dilansir EurAsian Times, Minggu (13/7/2025).

Meskipun pernyataan Avakyants terdengar berani, dia bukanlah orang pertama yang menyuarakan pendapat tersebut. Beberapa analis militer global juga telah mempertanyakan kegunaan kapal induk di medan perang modern yang didominasi oleh rudal balistik presisi, rudal hipersonik, dan drone murah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
Berita Terkini
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved