AS Kucurkan Rp4 Triliun untuk Fasilitas Baru di Inggris Pendukung Operasi Nuklir

Rabu, 23 Juli 2025 - 13:38 WIB
loading...
AS Kucurkan Rp4 Triliun...
Bom gravitasi termonuklir B61-12 sedang dipersiapkan untuk pengiriman di Laboratorium Modernisasi Senjata di Laboratorium Nasional Sandia. Foto/Craig Fritz
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berencana menghabiskan USD253 juta (Rp4 triliun) untuk dua proyek konstruksi besar, termasuk Pos Komando Utama yang diperkuat dan Kompleks Operasi Defender, di pangkalan udara RAF Lakenheath di Inggris. Proyek itu untuk mendukung misi nuklir di masa mendatang.

Rencana itu diungkapkan dalam laporan anggaran tahun fiskal 2026 Angkatan Udara AS yang baru-baru ini dirilis.

Proyek-proyek tersebut meliputi Pos Komando Utama senilai USD104 juta dan Kompleks Operasi Defender senilai USD149 juta.

Proyek-proyek ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempersiapkan pangkalan tersebut untuk apa yang dikenal sebagai misi Surety, yang berfokus pada memastikan keselamatan, keamanan, dan pengendalian aset nuklir.

Peningkatan ini dirancang untuk memodernisasi kemampuan pangkalan dalam memimpin operasi dan merespons dengan cepat potensi ancaman yang melibatkan senjata khusus.

Pembangunan ini terjadi di tengah berbagai laporan media minggu ini bahwa senjata nuklir AS, khususnya bom gravitasi termonuklir B61-12, telah dipindahkan ke fasilitas penyimpanan aman yang baru dibangun di RAF Lakenheath. Ini menandai kembalinya mereka ke tanah Inggris untuk pertama kalinya sejak setidaknya tahun 2008.

Bom-bom tersebut, yang dilaporkan diterbangkan dari Pusat Senjata Nuklir Angkatan Udara AS di New Mexico, adalah senjata taktis berdaya ledak rendah yang dimodernisasi dengan daya ledak variabel dan panduan presisi, kompatibel dengan pesawat F-35A Lightning II yang dioperasikan Skuadron Tempur ke-493 dan ke-495 Wing Tempur ke-48 di pangkalan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved