AS Kucurkan Rp4 Triliun untuk Fasilitas Baru di Inggris Pendukung Operasi Nuklir
Rabu, 23 Juli 2025 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Proyek ini akan mencakup gedung operasi baru dengan gudang senjata, penyimpanan peralatan, dan fasilitas pemantauan, serta area parkir untuk 22 kendaraan tanggap cepat dan gudang pasokan untuk peralatan.
Peningkatan ini akan menampung 221 personel keamanan tambahan, sehingga total pasukan menjadi 575.
Fasilitas keamanan yang ada saat ini digambarkan sudah ketinggalan zaman, dengan masalah-masalah seperti tata letak yang tidak efisien, penyimpanan yang tidak memadai, dan masalah keselamatan, termasuk asbes dan cat timbal. Lokasi penyimpanan terpencil yang berjarak 30 menit semakin mempersulit operasi.
Pekerjaan desain untuk kompleks ini dimulai pada tahun 2023 dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2027, dengan konstruksi dijadwalkan dimulai pada Maret 2028 dan selesai pada Juni 2031, menurut laporan anggaran.
Tanpa peningkatan ini, RAF Lakenheath akan kesulitan memenuhi persyaratan keamanan dan respons untuk operasi nuklir, yang berpotensi membahayakan kesiapan misi di Eropa, menurut laporan tersebut.
Proyek-proyek tersebut, di samping laporan kembalinya senjata nuklir, kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran dari Rusia, yang telah lama memandang penempatan semacam itu di dekat perbatasannya sebagai tindakan provokatif dan destabilisasi, meskipun NATO menggambarkannya sebagai hal yang penting untuk pertahanan dan pencegahan kolektif.
Baca juga: 1.054 Tewas saat Mencoba Mendapatkan Makanan di Gaza, Uni Eropa Ancam Israel
Peningkatan ini akan menampung 221 personel keamanan tambahan, sehingga total pasukan menjadi 575.
Fasilitas keamanan yang ada saat ini digambarkan sudah ketinggalan zaman, dengan masalah-masalah seperti tata letak yang tidak efisien, penyimpanan yang tidak memadai, dan masalah keselamatan, termasuk asbes dan cat timbal. Lokasi penyimpanan terpencil yang berjarak 30 menit semakin mempersulit operasi.
Pekerjaan desain untuk kompleks ini dimulai pada tahun 2023 dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2027, dengan konstruksi dijadwalkan dimulai pada Maret 2028 dan selesai pada Juni 2031, menurut laporan anggaran.
Tanpa peningkatan ini, RAF Lakenheath akan kesulitan memenuhi persyaratan keamanan dan respons untuk operasi nuklir, yang berpotensi membahayakan kesiapan misi di Eropa, menurut laporan tersebut.
Proyek-proyek tersebut, di samping laporan kembalinya senjata nuklir, kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran dari Rusia, yang telah lama memandang penempatan semacam itu di dekat perbatasannya sebagai tindakan provokatif dan destabilisasi, meskipun NATO menggambarkannya sebagai hal yang penting untuk pertahanan dan pencegahan kolektif.
Baca juga: 1.054 Tewas saat Mencoba Mendapatkan Makanan di Gaza, Uni Eropa Ancam Israel
(sya)
Lihat Juga :