15 Orang Tewas akibat Kelaparan di Gaza dalam 24 Jam Terakhir, Semua Orang Menahan Lapar

Selasa, 22 Juli 2025 - 20:06 WIB
loading...
15 Orang Tewas akibat...
Warga antre mendapatkan makanan hangat di Gaza. Foto/Ahmed Jihad Ibrahim al-Arini/Anadolu
A A A
JALUR GAZA - Rumah sakit di Gaza mencatat 15 kematian, termasuk empat anak, di Gaza akibat kelaparan dan malnutrisi selama 24 jam terakhir di tengah blokade Israel di Jalur Gaza. Data itu diungkap Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa (22/7/2025).

Dengan demikian, jumlah total kematian akibat kelaparan di Jalur Gaza menjadi 101 orang, termasuk 80 anak-anak, sejak Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada Oktober 2023.

“Situasi di Gaza bagi anak-anak dan keluarga mereka sangat memprihatinkan," ungkap Rachel Cummings, direktur kemanusiaan Save the Children.

Berbicara kepada Al Jazeera dari Deir el-Balah di Gaza tengah, ia mengatakan pasokan makanan di Gaza sudah sangat lama tidak memadai.

“Pasar-pasar kosong dan kondisi sanitasi air tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan 2 juta orang, yang semuanya berada di ambang kelaparan," ujar dia.

Ia mengatakan di Deir el-Balah, ia telah melihat "orang-orang kelaparan, anak-anak membawa mangkuk kosong, mencari makanan, mencari air. Di sini benar-benar menyedihkan.”

"Kami melihat peningkatan jumlah anak-anak di klinik dan pusat gizi kami yang kekurangan gizi ... Kami juga melihat peningkatan jumlah ibu hamil dan menyusui yang juga kekurangan gizi," ujar dia.

Dia menambahkan, "Semua orang di Gaza sekarang kelaparan, dan bahkan di tim saya, saya melihat jelas tim saya kekurangan tenaga, dan mereka juga tidak bisa mendapatkan makanan di pasar."

Deirdre Nunan, seorang ahli bedah ortopedi Kanada yang saat ini menjadi sukarelawan di Rumah Sakit Al Nasser di Khan Younis, Gaza selatan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa beberapa staf medis harus bekerja shift 24 jam di daerah kantong yang terkepung itu.

"Ada satu makanan yang disediakan di sore hari, dan itu makanan sederhana. Kemarin adalah lentil biasa; Beberapa hari yang lalu, nasinya dimasak hanya dengan beberapa potong jagung, jadi nutrisinya tidak lengkap, dan kalorinya juga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan seseorang yang bekerja seharian penuh," ujar dia.

"Ketika saya berbicara dengan rekan-rekan saya tentang apa yang mereka makan sebelum berangkat kerja, mereka selalu tidak mengatakan apa-apa; mereka hanya minum air putih," papar dia.

Ia menambahkan, "Salah satu rekan perawat saya kemarin memberi tahu saya bahwa setiap pagi ia memotong roti pita menjadi empat bagian, satu bagian untuk empat anak. Ia melakukan hal yang sama ketika pulang kerja."

Baca juga: Menlu Iran Tegaskan Tak Pernah Berusaha Hapus Israel dari Peta
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Berita Terkini
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Infografis
Korban Tewas Kebakaran...
Korban Tewas Kebakaran Los Angeles Menjadi 24 Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved