4 Pemicu Kekalahan Telak Partai Berkuasa di Jepang

Selasa, 22 Juli 2025 - 04:55 WIB
loading...
4 Pemicu Kekalahan Telak...
Partai berkuasa di Jepang mengalami kekalahan karena banyak isu. Foto/X/@KenKobayashi
A A A
TOKYO - Para pemilih pergi ke tempat pemungutan suara pada hari Minggu untuk pemilihan umum yang ketat, yang diadakan di tengah rasa frustrasi terhadap koalisi Partai Demokrat Liberal (LDP) dan mitra juniornya, Komeito, atas kenaikan harga dan ancaman tarif AS. Itu menyebabkan partai berkuasa di Jepang pun terancam tumbang.

Berbicara setelah pemungutan suara ditutup pada hari Minggu, perdana menteri mengatakan ia "dengan sungguh-sungguh" menerima "hasil yang keras" tersebut tetapi fokusnya adalah pada negosiasi perdagangan.

Setelah kehilangan mayoritas di majelis rendah Jepang yang lebih kuat tahun lalu, kekalahan ini akan melemahkan pengaruh koalisi.

Melansir BBC, koalisi yang berkuasa membutuhkan 50 kursi untuk mempertahankan kendali atas majelis tinggi yang beranggotakan 248 kursi. Koalisi tersebut akhirnya memperoleh 47 kursi.

Partai Demokrat Konstitusional, oposisi utama, berada di posisi kedua dengan 22 kursi.

Separuh kursi di majelis tinggi sedang dipilih dalam pemilihan hari Minggu, dengan para anggota dipilih untuk masa jabatan enam tahun.

4 Pemicu Kekalahan Telak Partai Berkuasa di Jepang

1. Dukungan Konservatif Makin Menguat

Jeffrey Hall, dosen Studi Jepang di Universitas Studi Internasional Kanda, mengatakan kepada BBC News bahwa dukungan untuk lebih banyak partai sayap kanan telah memangkas basis dukungan konservatif LDP.

"Perdana Menteri Ishiba dianggap tidak cukup konservatif oleh banyak pendukung mantan Perdana Menteri [Shinzo] Abe," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Sultan Jepang Bangun...
Sultan Jepang Bangun Sirkuit Ala Formula 1 Rp3,2 Triliun Khusus untuk Istri dan Anak
Bagaimana Jepang, Korea...
Bagaimana Jepang, Korea Selatan dan Taiwan Tanggapi Pertemuan Trump-Xi?
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved