Tentara Israel Tembak Mati 93 Warga Palestina saat Ambil Bantuan di Gaza

Senin, 21 Juli 2025 - 10:09 WIB
loading...
Tentara Israel Tembak...
Para tentara Israel telah menembak mati 93 warga Palestina saat ambil bantuan di Gaza pada hari Minggu. Foto/QNN
A A A
GAZA - Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan para tentara Israel telah menembaki kerumunan warga Palestina yang sedang mengambil bantuan kemanusiaan di Gaza pada hari Minggu. Tembakan tersebut menewaskan 93 orang dan melukai puluhan lainnya.

Sebanyak 80 orang tewas ditembak ketika truk-truk bantuan tiba di utara, sementara sembilan lainnya ditembak di dekat titik bantuan dekat Rafah di selatan, tempat puluhan orang kehilangan nyawa hanya 24 jam sebelumnya.

Empat orang tewas di dekat lokasi bantuan lain di Khan Younis, juga di selatan Gaza, kata juru bicara badan tersebut, Mahmud Basal, kepada AFP, Senin (21/7/2025).

Baca Juga: Sniper Israel Tembaki Anak-anak Gaza seperti Bermain Game

Program Pangan Dunia (WFP) PBB mengatakan konvoi 25 truknya yang membawa bantuan pangan bertemu dengan kerumunan besar warga sipil yang kelaparan yang ditembaki di dekat Kota Gaza, segera setelah mereka menyeberang dari Israel dan melewati pos pemeriksaan.

Militer Israel membantah jumlah korban tewas dan mengatakan tentara telah melepaskan tembakan peringatan untuk menghilangkan ancaman langsung yang ditimbulkan kepada mereka ketika ribuan orang berkumpul di dekat Kota Gaza.

Kematian massal warga sipil yang mencari bantuan telah menjadi kejadian rutin di Gaza, dengan pihak berwenang menyalahkan tembakan Israel ketika kerumunan yang menghadapi kekurangan makanan dan kebutuhan pokok lainnya berbondong-bondong ke pusat-pusat bantuan.

PBB mengatakan awal bulan ini bahwa hampir 800 pencari bantuan telah tewas sejak akhir Mei, termasuk di rute konvoi bantuan.

Seperti Memburu Binatang


Di Kota Gaza, Qasem Abu Khater (36) mengatakan kepada AFP bahwa dia bergegas untuk mencoba mendapatkan sekantong tepung tetapi malah mendapati kerumunan ribuan orang yang putus asa, berdesakan dan saling dorong yang mematikan.

"Tank-tank menembakkan peluru secara acak ke arah kami dan tentara sniper Israel menembak seolah-olah mereka sedang berburu binatang di hutan," ujarnya.

"Puluhan orang gugur tepat di depan mata saya dan tidak ada yang bisa menyelamatkan siapa pun," paparnya.

WFP mengutuk kekerasan terhadap warga sipil yang mencari bantuan sebagai sama sekali tidak dapat diterima.

Pembatasan media oleh Israel di Gaza dan kesulitan mengakses banyak wilayah membuat jurnalis tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban dan detail yang diberikan oleh badan pertahanan sipil Gaza dan pihak-pihak lain.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka berupaya menghindari korban jiwa bagi warga sipil, dan bulan ini mereka mengeluarkan instruksi baru kepada pasukannya di lapangan "mengikuti pelajaran yang dipetik" dari serangkaian insiden serupa.

Israel pada hari Minggu mencabut izin tinggal kepala OCHA (Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan) di Israel, Jonathan Whittall, yang telah berulang kali mengecam kondisi kemanusiaan di Gaza.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar, dalam sebuah unggahan di X, menuduhnya menyebarkan kebohongan tentang perang di Gaza.

Seruan Paus Leo


Perang Gaza dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang menyebabkan kematian 1.219 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan data resmi Zionis Israel.

Israel kemudian meluncurkan perang brutal di Gaza yang telah menewaskan 58.895 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas.

Secara terpisah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis menyampaikan penyesalannya kepada Paus Leo XIV setelah apa yang dia sebut sebagai amunisi "nyasar" menewaskan tiga orang yang berlindung di Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza.

Di akhir doa Angelus pada hari Minggu, Paus mengecam "kebiadaban" perang Gaza dan menyerukan perdamaian, beberapa hari setelah serangan Israel terhadap satu-satunya gereja Katolik di wilayah itu.

"Serangan itu merupakan bagian dari serangan militer yang sedang berlangsung terhadap penduduk sipil dan tempat-tempat ibadah di Gaza," imbuh dia.

Patriark Katolik Latin Yerusalem, Pierbattista Pizzaballa, mengadakan misa di gereja Gaza pada hari Minggu setelah melakukan perjalanan ke wilayah yang hancur tersebut dalam kunjungan langka pada hari Jumat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved