Presiden AS Donald Trump Didiagnosis Menderita Insufisiensi Vena Kronis

Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:33 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump didiagnosis menderita insufisiensi vena kronis. Foto/Austin American-Statesman
A A A
WASHINGTON - Dokter Gedung Putih telah mendiagnosis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan insufisiensi vena kronis. Diagnosis ini muncul setelah dokter melihat adanya pembengkakan di kaki sang presiden.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan bahwa Trump (79) baru-baru ini menjalani tes untuk memeriksa pembengkakan tersebut, yang meliputi studi vaskular diagnostik dan USG kakinya, yang mengungkapkan kondisi vena tersebut.

Menurut Johns Hopkins Medicine, insufisiensi vena kronis terjadi ketika vena di kaki kesulitan mengalirkan darah kembali ke jantung, seringkali akibat kerusakan katup di vena. Kondisi ini memengaruhi sekitar 1 dari 20 orang dewasa.

Baca Juga: Mantan Presiden AS Joe Biden Didiagnosis Idap Kanker Prostat Agresif

Dr Ali Azizzadeh, profesor dan direktur bedah vaskular di Cedars-Sinai Medical Center, mengatakan kepada TIME bahwa kondisi tersebut merupakan "diagnosis yang sangat umum, dan tidak berbahaya."

"Lebih tepatnya, kondisi tersebut mengganggu pasien, terkait pembengkakan, rasa sakit, dan ketidaknyamanan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa kondisi tersebut kemungkinan tidak akan memengaruhi harapan hidup Trump.

Leavitt memberikan informasi kesehatan terbaru di tengah spekulasi daring tentang pembengkakan yang terlihat di sekitar pergelangan kaki Trump dan memar di tangannya, yang menurutnya disebabkan oleh "seringnya berjabat tangan dan penggunaan aspirin."

Meskipun insufisiensi vena kronis tidak mengancam jiwa, menurut Cleveland Clinic, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani—termasuk ulkus kaki, emboli paru, trombosis vena dalam, dan limfedema sekunder. Kondisi ini belum dapat disembuhkan, tetapi terapi kompresi dan olahraga dapat membantu mengelola gejalanya.

Leavitt mengatakan bahwa pemeriksaan yang ditinjau oleh dokternya, Dr Sean Barbabella, tidak menemukan bukti trombosis vena dalam atau penyakit arteri, dan ekokardiogram menunjukkan struktur dan fungsi jantung normal.

Dokter tersebut menulis dalam memo yang dibagikan kepada para wartawan setelah pengarahan bahwa semua hasil tes "dalam batas normal" dan ekokardiogram menunjukkan "struktur dan fungsi jantung normal."

"Presiden Trump tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik," tulis Barbabella dalam memo tersebut, yang dilansir Jumat (18/7/2025).

Leavitt menambahkan bahwa Trump tidak merasakan ketidaknyamanan apa pun akibat kondisi tersebut.

Trump menjalani pemeriksaan fisik tahunannya di Walter Reed National Military Medical Center pada bulan April. Sebuah laporan dari dokternya menyatakan bahwa Presiden "dalam kondisi kesehatan yang sangat baik" pada saat itu, menurut Gedung Putih.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved