Konferensi Yahudi: Kejahatan Israel Mengerikan, Keanggotaannya di PBB Harus Ditangguhkan!
Jum'at, 18 Juli 2025 - 08:48 WIB
loading...
A
A
A
Deklarasi itu menunjukkan bahwa tidak satu pun dari kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan Israel dapat dilakukan atau dipertahankan tanpa dukungan aktif dan antusias dari kekuatan-kekuatan Barat—melalui bantuan militer, dukungan finansial, serta perlindungan politik dan diplomatik—yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
Deklarasi tersebut menekankan bahwa dengan memungkinkan dan mempersenjatai negara kriminal yang melakukan genosida, pemerintah-pemerintah Barat berbagi tanggung jawab hukum dan moral berdasarkan Konvensi Genosida 1948.
Dalam seruan kepada kaum Yahudi di seluruh dunia, deklarasi tersebut menekankan: "Sangat penting bagi kaum Yahudi yang berhati nurani di mana pun untuk bersatu dalam menentang Zionisme, dalam kolaborasi dan solidaritas dengan gerakan global untuk pembebasan Palestina."
Kongres menunjukkan bahwa meskipun PBB telah mengerahkan pasukan internasional selama beberapa dekade untuk memisahkan pihak-pihak yang bertikai antara Israel dan Mesir, serta Israel dan Lebanon, PBB tidak pernah membentuk pasukan perlindungan untuk melindungi nyawa warga Palestina dari penindasan dan teror sistemik oleh negara Israel.
"Kami sepakat bahwa waktunya telah tiba untuk memberlakukan tindakan kemanusiaan semacam itu. Tanpanya, Israel akan melanjutkan pembantaian massal terhadap warga Palestina," imbuh deklarasi tersebut.
Deklarasi tersebut menekankan bahwa dengan memungkinkan dan mempersenjatai negara kriminal yang melakukan genosida, pemerintah-pemerintah Barat berbagi tanggung jawab hukum dan moral berdasarkan Konvensi Genosida 1948.
Dalam seruan kepada kaum Yahudi di seluruh dunia, deklarasi tersebut menekankan: "Sangat penting bagi kaum Yahudi yang berhati nurani di mana pun untuk bersatu dalam menentang Zionisme, dalam kolaborasi dan solidaritas dengan gerakan global untuk pembebasan Palestina."
Kongres menunjukkan bahwa meskipun PBB telah mengerahkan pasukan internasional selama beberapa dekade untuk memisahkan pihak-pihak yang bertikai antara Israel dan Mesir, serta Israel dan Lebanon, PBB tidak pernah membentuk pasukan perlindungan untuk melindungi nyawa warga Palestina dari penindasan dan teror sistemik oleh negara Israel.
"Kami sepakat bahwa waktunya telah tiba untuk memberlakukan tindakan kemanusiaan semacam itu. Tanpanya, Israel akan melanjutkan pembantaian massal terhadap warga Palestina," imbuh deklarasi tersebut.
(mas)
Lihat Juga :